KawanJariNews.com – Banjir berskala luas melanda wilayah Jabodetabek pada Jumat (23/1/2026) akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Kamis pagi hingga Jumat dini hari. Genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 40 sentimeter hingga dua meter dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, mengganggu aktivitas warga serta memicu evakuasi di beberapa titik.
Di Provinsi Banten, banjir melanda Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang akibat meluapnya Kali Sabi dan Kali Angke. Salah satu titik terdampak berada di Perumahan Garden City, Priuk, Kota Tangerang, dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat lebih dari 40 warga dievakuasi ke GOR Priuk, sementara sebagian warga memilih bertahan di rumah bertingkat.
Di wilayah Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, banjir setinggi sekitar 40 sentimeter menggenangi kurang lebih 200 rumah. BPBD Tangerang Selatan melaporkan terdapat 11 titik banjir yang tersebar di tujuh kecamatan akibat curah hujan tinggi, saluran drainase tersumbat, serta kiriman air dari daerah hulu.
Sementara itu, di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, luapan Sungai Ciliwung menyebabkan banjir di sejumlah permukiman. Di kawasan Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, genangan air mencapai 60 sentimeter dan sempat surut sebelum kembali meningkat pada dini hari. Di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, ketinggian air dilaporkan mencapai 1 hingga 2 meter dan berdampak pada sekitar 500 kepala keluarga di tiga RT.
Di wilayah Jakarta Utara, banjir terjadi di Kapuk Muara, Penjaringan, akibat luapan Kali Cagak yang diperparah pasang air laut. Genangan setinggi 50 hingga 80 sentimeter dilaporkan merendam enam RW. Di Jakarta Timur, luapan Kali Sunter mengakibatkan banjir di kawasan Cipinang Melayu dan mengganggu akses jalan. Sementara itu, di Cengkareng, Jakarta Barat, luapan Kali Angke menyebabkan genangan hingga 1,5 meter dan merendam ratusan rumah warga.
Selain Jakarta dan Banten, banjir juga dilaporkan terjadi di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Di kawasan Jatibening Permai, Bekasi, genangan air setinggi sekitar satu meter dilaporkan terjadi akibat buruknya sistem drainase dan tersumbatnya aliran air di sekitar infrastruktur jalan tol.
Banjir yang melanda Jabodetabek dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi, meluapnya sejumlah sungai, serta keterbatasan kapasitas drainase di kawasan padat permukiman. Kondisi tersebut mengakibatkan terganggunya mobilitas warga, aktivitas ekonomi, serta akses terhadap fasilitas umum di sejumlah wilayah.
BPBD di masing-masing daerah bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait terus melakukan pemantauan, evakuasi warga terdampak, serta penyaluran bantuan logistik. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah setempat.
















