Banjir Rendam Kawasan Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Genangan Capai 80 Sentimeter

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA — Kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, kembali dilanda banjir pada dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 03.00 WIB. Genangan air dilaporkan mencapai ketinggian hingga 80 sentimeter di sejumlah titik, menyebabkan akses jalan utama terputus dan mengganggu aktivitas warga pada Jumat pagi.

Banjir yang merendam kawasan Bendungan Hilir dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak dini hari serta luapan aliran sungai di sekitar wilayah tersebut. Secara geografis, kawasan Benhil berada di dekat alur Kali Ciliwung serta berdekatan dengan Kali Krukut, dua aliran sungai yang kerap berkontribusi terhadap peningkatan debit air di wilayah Jakarta Pusat.

Ketinggian air di sepanjang Jalan Bendungan Hilir bervariasi, dengan titik tertinggi tercatat mencapai sekitar 80 sentimeter, sementara rata-rata genangan berkisar antara 50 hingga 60 sentimeter atau setara dengan ketinggian lutut orang dewasa. Titik genangan paling parah dilaporkan berada di depan Rumah Sakit AL Mintohardjo, di mana arus air cukup kuat dan bertahan dalam waktu relatif lama.

Di sejumlah area permukiman warga di sekitar lokasi, air juga merendam lantai dasar rumah, toko kecil, serta fasilitas umum. Selain menghambat mobilitas, genangan air membawa berbagai material dari aliran sungai, seperti sampah plastik, kayu, serta botol bekas yang meningkatkan risiko pencemaran dan potensi gangguan kesehatan bagi warga.

Akibat banjir tersebut, akses utama di Jalan Bendungan Hilir yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Jalan Jenderal Sudirman tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Baik sepeda motor maupun mobil tidak dapat melintas karena risiko mesin terendam atau mogok di tengah genangan.

Untuk membantu mobilitas warga, aparat kepolisian bersama petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyiapkan perahu karet guna mengevakuasi warga serta membantu penyeberangan di sejumlah titik yang tergenang. Selain itu, beberapa sepeda motor milik warga juga dievakuasi menggunakan perahu karet untuk mencegah kerusakan akibat terendam air.

Baca Juga  BMKG Prediksi Cuaca Panas Ekstrem di Jakarta Berlanjut hingga Awal November

Banjir juga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Sejumlah usaha kecil seperti warung dan kios terpaksa menghentikan operasional sementara karena lokasi usaha mereka terendam air. Akses warga menuju pasar tradisional maupun fasilitas umum lainnya juga mengalami hambatan.

Salah satu warga Bendungan Hilir, Hari, mengatakan banjir terjadi tanpa peringatan sebelumnya. Ia mengaku baru menyadari kondisi tersebut setelah terbangun pada pagi hari.

“Saya bangun sekitar pukul 05.00 WIB dan air sudah masuk ke rumah setinggi lutut. Barang-barang langsung kami pindahkan ke lantai dua agar tidak rusak,” ujarnya.

Di sisi lain, petugas juga mengoperasikan pompa air untuk mengurangi genangan di kawasan tersebut dengan mengalirkan air ke saluran pembuangan yang lebih rendah. Namun, volume air yang besar akibat luapan Kali Ciliwung dan Kali Krukut membuat proses penyedotan air berjalan relatif lambat.

Kawasan Bendungan Hilir secara historis dikenal sebagai salah satu wilayah di Jakarta yang rentan terhadap banjir. Kondisi topografi yang relatif rendah, keberadaan cekungan alami, serta kedekatan dengan aliran sungai utama membuat wilayah ini rawan mengalami genangan ketika curah hujan tinggi.

Selain faktor alam, sejumlah faktor lain juga mempengaruhi tingkat kerentanan banjir di kawasan tersebut, termasuk sedimentasi sungai, sistem drainase yang terbatas, serta berkurangnya ruang terbuka sebagai daerah resapan akibat perkembangan kawasan perkotaan.

Warga setempat menyebut banjir merupakan peristiwa yang kerap terjadi hampir setiap musim hujan. Masyarakat biasanya mengandalkan pengalaman dan pengamatan kondisi lingkungan untuk mengantisipasi datangnya banjir, meskipun hingga saat ini sistem peringatan dini di tingkat lokal dinilai masih terbatas.

Sejumlah warga berharap pemerintah dapat mempercepat program pengendalian banjir, termasuk normalisasi sungai, peningkatan kapasitas drainase, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Baca Juga  Hujan Ekstrem di Puncak Bogor Picu Banjir di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang

Peristiwa banjir di kawasan Bendungan Hilir kembali menegaskan pentingnya pengelolaan risiko bencana perkotaan yang lebih terpadu. Pemerintah, aparat terkait, serta masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi dalam penanganan darurat sekaligus mendorong solusi jangka panjang guna meminimalkan dampak banjir di wilayah Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *