Banjir Rendam Ratusan Rumah di Cikarang Utara, 500 Kepala Keluarga Terdampak

banner 468x60

KawanJariNews.com – BEKASI – Banjir besar menggenangi ratusan rumah di dua desa di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak Kamis malam (19/2/2026) akibat curah hujan ekstrem yang menyebabkan Kali Cikarang meluap. Hingga Jumat (20/2/2026) sore, sedikitnya 500 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter hingga 1,5 meter.

Peristiwa banjir dilaporkan terjadi pada Jumat (20/2/2026) setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus sejak Kamis malam. Debit air yang meningkat drastis membuat sistem drainase dan aliran Kali Cikarang tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap ke permukiman warga.

Air mulai merembes ke rumah-rumah warga pada Kamis malam dan mencapai puncaknya pada Jumat pagi ketika sebagian besar kawasan permukiman telah terendam. Selain merendam rumah, banjir juga memutus akses jalan utama dan jalan lingkungan, sehingga aktivitas warga seperti bekerja, bersekolah, dan berbelanja terganggu.

Data sementara di lapangan menunjukkan sekitar 500 kepala keluarga terdampak langsung. Sejumlah warga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi maupun ke tempat evakuasi sementara yang disiapkan pemerintah daerah. Kelompok rentan seperti lansia, balita, dan penyandang disabilitas menjadi prioritas dalam proses evakuasi.

Beberapa warga menyampaikan bahwa kondisi sungai yang mengalami penyempitan dan pendangkalan turut memperparah dampak banjir. Lebar sungai di bagian hulu disebut masih mencapai sekitar 30 meter, namun di kawasan permukiman menyempit hingga sekitar 3–4 meter. Sedimentasi dan minimnya area resapan air akibat alih fungsi lahan juga disebut sebagai faktor yang memperburuk situasi.

Sebagai respons, tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, serta Palang Merah Indonesia (PMI) diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pendistribusian logistik, dan pemantauan kondisi kesehatan warga.

Baca Juga  Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Ermanto Usman di Jatibening, Penyelidikan Motif Masih Berlanjut

Petugas juga mendirikan posko darurat dan menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, air bersih, dan obat-obatan. Namun, akses yang terendam air di sejumlah titik dilaporkan memperlambat distribusi bantuan ke wilayah yang terisolasi.

Banjir di Cikarang Utara terjadi di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. Kondisi tata ruang, pendangkalan sungai, serta berkurangnya area resapan air dinilai menjadi faktor yang meningkatkan risiko banjir di kawasan padat penduduk.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya normalisasi sungai, peningkatan kapasitas drainase, serta penguatan sistem peringatan dini berbasis data cuaca. Selain itu, pengawasan terhadap alih fungsi lahan dan penguatan tata ruang berbasis mitigasi bencana menjadi langkah strategis dalam mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi dan mengupayakan percepatan penanganan darurat bagi warga terdampak. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan serta mengikuti arahan petugas di lapangan guna menjaga keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *