KawanJariNews.com – TANGERANG SELATAN – Banjir merendam sejumlah wilayah di Jabodetabek pada Minggu pagi setelah hujan deras mengguyur sejak Sabtu malam, dengan salah satu titik terdampak paling parah berada di Perumahan Pondok Maharta, Tangerang Selatan, Banten. Genangan air yang mencapai hingga 1,2 meter menyebabkan ratusan kepala keluarga terdampak, mengganggu mobilitas warga, serta memicu proses evakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak Sabtu malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek, terutama di Kota Tangerang Selatan, Banten. Perumahan Pondok Maharta menjadi salah satu kawasan yang terdampak signifikan akibat meluapnya Kali Serua, anak Sungai Cisadane yang berada di sekitar permukiman warga.
Berdasarkan data BPBD Tangerang Selatan, lebih dari 600 kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air yang awalnya sekitar 1 meter dan meningkat hingga 1,20 meter pada Minggu pagi. Selain Pondok Maharta, BPBD juga mencatat sedikitnya delapan titik banjir lain di wilayah Tangerang Selatan dengan ketinggian genangan bervariasi antara 20 sentimeter hingga lebih dari 1 meter.
Banjir juga berdampak pada mobilitas masyarakat. Jalan Ciputat Raya dilaporkan tidak dapat dilintasi kendaraan karena genangan mencapai sekitar 60 sentimeter. Aparat kepolisian mengimbau pengendara untuk menghindari jalur tersebut dan menggunakan rute alternatif guna mencegah risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
Gangguan lalu lintas di jalur tersebut turut memengaruhi konektivitas antarwilayah, khususnya jalur yang menghubungkan Pondok Aren dengan kawasan Bintaro dan Pesanggrahan di Jakarta Selatan.
Tim BPBD Tangerang Selatan telah melakukan upaya penanganan sejak Sabtu malam dengan mengerahkan personel serta perahu karet ke sejumlah titik banjir. Hingga Minggu pukul 05.52 WIB, petugas masih melakukan evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman, seperti lantai dua rumah warga, gedung sekolah, maupun masjid di sekitar perumahan.
Proses evakuasi diprioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk balita dan lansia. Selain itu, petugas juga mengoperasikan pompa air untuk mengurangi genangan dengan mengalirkan air menuju Sungai Cisadane secara bertahap.
Menurut laporan di lapangan, banjir dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi serta meluapnya Kali Serua yang berada di sisi perumahan. Kondisi tersebut memperparah genangan di kawasan yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan banjir.
Banjir di Pondok Maharta menunjukkan kerentanan kawasan perkotaan terhadap cuaca ekstrem, terutama di wilayah dengan kapasitas drainase yang terbatas. Pertumbuhan permukiman yang pesat serta berkurangnya area resapan air turut memengaruhi kemampuan lingkungan dalam menampung limpasan air hujan.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebelumnya telah melakukan pembersihan saluran air dan perbaikan pompa untuk mengurangi potensi banjir. Namun, kondisi curah hujan yang tinggi serta meluapnya aliran sungai menyebabkan genangan kembali terjadi di sejumlah titik.
Di sisi lain, dukungan logistik bagi warga terdampak juga sedang dipersiapkan. BPBD menyatakan bantuan seperti makanan siap saji dan kebutuhan dasar akan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Petugas dari perusahaan listrik negara juga dilaporkan bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan akibat genangan air.
Hingga Minggu siang, proses evakuasi dan penanganan banjir masih terus dilakukan oleh BPBD Tangerang Selatan bersama instansi terkait. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.










