kawanjarinews.com – Patuk, Gunungkidul – 29 Desember 2024 – Jalan yang menghubungkan Padukuhan Manggung dan Padukuhan Karang, yang terletak di Dusun Karang, RT 31, RW 009, Desa Nglegi, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, saat ini mengalami kerusakan cukup parah akibat longsornya talud penyangga jalan yang menyebabkan keretakan pada bagian tengah cor bahu jalan. Kerusakan ini dapat memperburuk kondisi infrastruktur dan membahayakan keselamatan publik.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan pada jalan ini berpotensi semakin parah dan dapat menghambat berbagai kegiatan penting masyarakat, seperti kegiatan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Selain itu, longsoran talud yang terjadi juga menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan beberapa rumah warga, termasuk rumah Bapak Ngadikan, yang terletak tepat di bawah jalan yang longsor. Oleh karena itu, kondisi ini membutuhkan perhatian segera untuk mencegah kerugian lebih lanjut, baik berupa kerusakan material maupun dampak sosial yang lebih luas.
Kondisi geografis Kecamatan Patuk, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 6 Tahun 2011, menjadikan wilayah ini rawan bencana longsor. Kecamatan Patuk termasuk dalam kawasan yang memiliki potensi rawan gerakan tanah dan longsor, sebagaimana diatur dalam Pasal 32 Ayat 1 huruf b peraturan tersebut, yang mengharuskan adanya perhatian khusus terhadap perencanaan dan pengelolaan infrastruktur di wilayah ini.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul No. 6 Tahun 2011, jalan yang mengalami kerusakan ini termasuk dalam kategori “jalan lingkungan primer,” yang fungsinya melayani angkutan lingkungan dengan jarak dekat dan kecepatan rendah, sesuai dengan Pasal 32 Ayat 1 huruf c dan Pasal 43 peraturan tersebut. Keberadaannya sangat penting untuk mendukung keberlanjutan kegiatan masyarakat pedesaan dalam aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Tindak Lanjut dan Koordinasi dengan Pemerintah Desa. Widodo, Ketua RT 31, Dusun Karang, Desa Nglegi, Kecamatan Patuk, terus berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. Kepada awak media kawanjarinews.com, Widodo menjelaskan, “Pada hari Rabu, 25 Desember 2024, saya bertemu dengan Pak Mardiyo, salah satu anggota BAMUSKAL Kalurahan Nglegi. Setelah saya menyampaikan kondisi talud yang longsor, kami langsung meninjau lokasi bersama. Pak Mardiyo menyatakan akan segera melaporkan hasil pengecekan ini kepada Kepala Desa Nglegi agar segera ditindaklanjuti.” Jelas Widodo
Widodo menambahkan, “Setelah melakukan pengecekan ke lapangan pada Rabu, 25 Desember 2024, Pak Mardiyo telah menyampaikan hasil pengecekan tersebut kepada Kepala Desa. Kami diminta untuk menunggu tanggapan serta respons tindak lanjut dari pihak pemerintah desa. Namun, kondisi longsoran talud ini sudah berlangsung selama satu tahun tanpa ada perbaikan. Kami sangat berharap pemerintah desa segera mengambil tindakan. Kekhawatiran kami semakin meningkat karena saat ini telah memasuki musim penghujan. Intensitas hujan yang tinggi berpotensi memperparah kondisi tanah di titik longsoran, menimbulkan longsor susulan yang dapat membahayakan rumah-rumah yang berada tepat di bawah titik longsoran. Jika longsor susulan terjadi, biaya perbaikan yang dibutuhkan juga akan jauh lebih besar,” imbuhnya.
Beberapa warga juga menyampaikan keluhan serupa. Tukimo, salah satu warga RT 31, mengatakan, “Jalan ini merupakan penghubung antara Dusun Karang dan Dusun Manggung. Keadaan jalan yang aman sangat diperlukan untuk mendukung aktivitas sehari-hari warga.” tegasnya
Pentingnya Pencegahan dan Mitigasi Bencana. Mitigasi bencana bukan hanya soal reaksi cepat saat bencana terjadi, tetapi juga mencakup tindakan preventif untuk meminimalkan dampaknya. Sesuai dengan peraturan di atas, kawasan rawan gempa bumi dan tanah longsor memerlukan langkah-langkah berikut:
- Pemetaan Wilayah Rawan Bencana: Pemerintah desa harus segera melengkapi peta wilayah rawan bencana yang mudah diakses oleh masyarakat.
- Edukasi dan Simulasi Bencana: Penyuluhan dan simulasi secara berkala dapat meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi bencana.
- Penguatan Infrastruktur: Pembangunan jalur evakuasi, penguatan struktur bangunan, dan akses komunikasi darurat sangat penting untuk mengurangi dampak bencana.
“Imbauan untuk Tindakan Cepat Pemerintah Desa Nglegi”. Warga RT 31, RW 009, Desa Nglegi, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, mengimbau pemerintah desa agar lebih peka dan responsif terhadap keluhan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Sebagai bagian dari pemerintahan yang berada di garis terdepan, desa memiliki peran strategis untuk mengimplementasikan kebijakan dan program mitigasi yang efektif.
Langkah-langkah mitigasi bencana yang terintegrasi dan efektif bukan hanya mencerminkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga merupakan wujud tanggung jawab untuk menjaga keselamatan masyarakat. Semoga kejadian ini dapat menjadi dorongan positif bagi pemerintah desa untuk bertindak lebih cepat dalam melindungi warga dari ancaman bencana.










