KawanJariNews.com – Tangerang Selatan – Puluhan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melakukan aksi protes dan menumpahkan sampah dari dua truk ke depan Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Kamis (8 Januari 2026), menyoroti masalah krisis pengelolaan sampah yang belum terselesaikan.
Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan masyarakat dan mahasiswa atas belum optimalnya penanganan tumpukan sampah di berbagai titik di kota, meski Pemkot Tangsel telah mengambil berbagai langkah penanggulangan.
Massa aksi BEM UMJ membawa dua truk bermuatan sampah dan menurunkannya tepat di area depan gedung Pemerintah Kota Tangsel sebagai simbol ketidakpuasan terhadap lambatnya perbaikan sistem pengelolaan sampah di kota tersebut.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menyatakan bahwa setelah aksi tersebut, sampah yang dibuang ke kantor wali kota kemudian diangkut kembali oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup Bidang Persampahan. Situasi di lokasi sudah kembali kondusif, dan kegiatan demonstrasi berlangsung tanpa insiden besar.
Pemkot Tangsel dalam keterangannya mengaku memahami keresahan masyarakat dan menjanjikan perbaikan dalam pengelolaan sampah. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan pihak lain, baik pemerintah daerah maupun swasta, serta mengembangkan model pengelolaan sampah jangka panjang seperti waste to energy.
Permasalahan ini terjadi di tengah krisis sampah di Tangsel yang memuncak sejak akhir Desember 2025, akibat tempat pembuangan akhir sampah (TPA) di wilayah sekitar mengalami kendala operasional. Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah lokasi publik dan permukiman warga, memicu protes publik.
Demonstrasi ini menandai eskalasi ketidakpuasan warga terhadap penanganan sampah di Tangsel, sekaligus mempertegas tekanan kepada Pemkot untuk mempercepat solusi. Pemerintah daerah berjanji akan mencari kerja sama lintas daerah, memperkuat pengelolaan sampah, dan mencari solusi jangka panjang agar krisis seperti ini tidak terulang kembali.










