Menteri Keuangan Soroti Hambatan Pertumbuhan Ekonomi: Target 8 Persen Masih Realistis

banner 468x60

KawanJariNews.com – Jakarta, 21 Oktober 2025 — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti adanya faktor yang diduga menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional sehingga masih tertahan di angka sekitar lima persen. Padahal, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus delapan persen dalam beberapa tahun ke depan.

Kita ini sebenarnya mampu tumbuh lebih cepat. Ada faktor-faktor yang secara tidak langsung menahan ekonomi kita di angka lima persen. Kalau potensi kita dimaksimalkan, pertumbuhan 6,5 hingga 6,7 persen itu sangat mungkin dicapai,” ujar Purbaya dalam forum diskusi ekonomi nasional di Jakarta, pekan ini.

Menurutnya, pertumbuhan di atas enam persen bukan hanya soal angka, melainkan juga soal pemerataan kesejahteraan dan penciptaan lapangan kerja baru. “Kalau kita hanya bertahan di lima persen, artinya banyak tenaga kerja yang tetap berada di sektor informal. Padahal, ekonomi seharusnya bisa memberi peluang kerja formal yang lebih besar,” tambahnya.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter agar iklim investasi semakin kondusif. Ia menyoroti pentingnya peran perbankan dalam menyalurkan kredit produktif ke sektor-sektor riil.

Bank-bank Himbara harus lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor padat karya seperti pertanian dan manufaktur. Ini langkah konkret yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, yang juga hadir dalam forum tersebut, menilai langkah pemerintah sudah tepat. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi kebijakan untuk membangun kepercayaan investor.

Reformasi struktural harus terus berlanjut. Dunia usaha butuh kepastian agar mau menanamkan modal jangka panjang,” tutur Josua.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,87 persen pada kuartal pertama dan 5,12 persen pada kuartal kedua 2025. Pemerintah menargetkan kuartal keempat bisa menembus 5,5 persen.

Baca Juga  Intensifikasi Bukan Agresivitas, Yulianto Soroti Arah Penegakan Pajak

Meski demikian, Purbaya mengingatkan bahwa tantangan eksternal masih cukup kuat. “Kita menghadapi situasi global yang sulit, terutama perlambatan ekonomi di Tiongkok dan kebijakan proteksionisme dari negara-negara maju. Tapi justru di situ kita harus tangguh dan berani memperbaiki struktur ekonomi,” jelasnya.

Meski banyak tantangan, Purbaya tetap optimistis target pertumbuhan delapan persen masih bisa diraih. Pemerintah, kata dia, akan memaksimalkan belanja negara, memperkuat konsumsi masyarakat, dan memberikan dukungan lebih besar kepada UMKM.

Kita tidak boleh puas dengan lima persen. Indonesia punya potensi besar, punya pasar besar, dan punya sumber daya manusia unggul. Dengan kebijakan yang konsisten, saya yakin delapan persen itu bukan mimpi, tapi tujuan yang bisa dicapai,” tegasnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan pemaparan arah kebijakan ekonomi nasional dalam forum diskusi di Jakarta, pekan ini.

Baca juga: Jokowi Tanggapi Dugaan Korupsi dan Utang Proyek Kereta Cepat

Baca juga: Mahfud MD Desak KPK Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Whoosh Secara Transparan dan Berani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *