Prabowo Subianto Pamit dari Ketua Umum PB IPSI, Tekankan Filosofi Pencak Silat dan Regenerasi Kepemimpinan

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Prabowo Subianto menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Sabtu (11/04/2026), dengan menegaskan fokus pada tugas kenegaraan serta pentingnya regenerasi kepemimpinan organisasi.

Dalam pidatonya, Prabowo Subianto menyatakan secara langsung permohonan izin untuk tidak melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum PB IPSI. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut dilandasi oleh tanggung jawab besar sebagai Presiden Republik Indonesia yang memerlukan perhatian penuh.

Prabowo menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat menjalankan dua amanah strategis secara bersamaan dengan optimal. Oleh karena itu, ia memilih untuk mengundurkan diri agar kepemimpinan PB IPSI dapat dilanjutkan oleh figur yang mampu memberikan fokus penuh terhadap pengembangan organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf karena belum berhasil mewujudkan target menjadikan pencak silat sebagai cabang olahraga resmi Olimpiade. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut masih terus berjalan dan berharap generasi penerus dapat melanjutkannya.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa pencak silat memiliki keterikatan yang kuat dengan perjalanan hidup dan keluarganya. Ia menyebut bahwa kakeknya merupakan bagian dari pendiri perguruan pencak silat di Madiun, sementara orang tuanya juga terlibat dalam pembinaan organisasi pencak silat nasional.

Menurut Prabowo, pencak silat bukan sekadar olahraga atau seni bela diri, melainkan merupakan bagian dari identitas bangsa dan memiliki nilai filosofis yang mendalam. Ia menyatakan bahwa pencak silat mencerminkan pembentukan karakter, yang meliputi kekuatan fisik, ketahanan mental, kedalaman spiritual, serta integritas moral.

Prabowo juga menjelaskan bahwa dalam pengalamannya di dunia militer, pencak silat menjadi bagian penting dalam pembentukan disiplin dan kemampuan pertahanan diri. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut relevan dalam membangun ketahanan nasional.

Baca Juga  Hari senin tgl 23 des 2024 greja gspdi filadelfia kab subang mengadakan acara natal di gereja yg beralamat di gg bidara

Dalam pidatonya, Prabowo turut mengingatkan bahwa pencak silat memiliki peran historis dalam perjuangan bangsa Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pada masa penjajahan, pencak silat tetap diajarkan secara terbatas di wilayah pedesaan sebagai bentuk perlawanan terhadap pembatasan oleh pihak kolonial.

Ia menambahkan bahwa pencak silat berkembang sebagai bagian dari budaya rakyat yang memperkuat semangat juang dan ketahanan masyarakat. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai olahraga, tetapi juga sebagai simbol ketahanan budaya.

Selain itu, Prabowo menyoroti pentingnya menjaga jati diri bangsa di tengah pengaruh globalisasi. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak kehilangan kebanggaan terhadap budaya sendiri, termasuk pencak silat sebagai warisan nasional.

Prabowo juga menegaskan bahwa proses regenerasi kepemimpinan di PB IPSI harus dilakukan secara selektif dan bertanggung jawab. Ia menyampaikan bahwa pemimpin ke depan harus memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen terhadap pelestarian dan pengembangan pencak silat.

Meski mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum, Prabowo menyatakan tetap akan memberikan dukungan terhadap perkembangan pencak silat di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pengabdian terhadap pencak silat tidak bergantung pada jabatan formal.

Pernyataan Prabowo Subianto mencerminkan upaya menjaga profesionalisme dalam pengelolaan organisasi sekaligus memperkuat fokus pada tugas kenegaraan. Pengunduran diri ini juga menjadi momentum bagi PB IPSI untuk melakukan regenerasi kepemimpinan secara terarah.

Selain itu, penekanan terhadap nilai filosofis dan historis pencak silat menunjukkan pentingnya peran organisasi dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi olahraga nasional di tingkat internasional.

Upaya memasukkan pencak silat ke dalam Olimpiade tetap menjadi agenda strategis yang memerlukan dukungan lintas sektor serta kesinambungan kebijakan.

Menutup pidatonya, Prabowo Subianto secara resmi membuka Munas XVI PB IPSI yang ditandai dengan prosesi simbolis. Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu membawa pencak silat semakin berkembang, baik sebagai warisan budaya maupun cabang olahraga prestasi.

Baca Juga  *Rayakan Natal Bersama Mantan Kepala BNN dan Kapolda Bali Petrus Golose, Bamsoet Dorong Perayaan Natal Sebagai Sarana Memperkuat Kerukunan Antar Umat Beragama*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *