Trump dan Prabowo Umumkan Kesepakatan Perdagangan Baru: Tarif Impor Indonesia Disepakati 19%

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta, 17 Juli 2025 – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan resmi usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan terbaru antara Indonesia dan AS. Dalam kesepakatan tersebut, kedua negara sepakat menetapkan tarif impor sebesar 19% untuk produk Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @prabowo, pada Rabu (16/7/2025), Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan percakapan langsung via telepon dengan Presiden Trump.

“Kami sepakat untuk membawa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat ke era baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara kita yang besar,” tulis Prabowo.

Kendati tidak merinci secara detail isi kesepakatan tersebut, Prabowo menambahkan bahwa Presiden Trump menyampaikan salam hangat kepada seluruh rakyat Indonesia.

Sementara itu, Donald Trump juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Prabowo terkait kesepakatan ini.

“Saya berbicara langsung dengan presiden mereka yang sangat hebat, sangat populer, kuat, dan cerdas, dan kami membuat kesepakatan,” ujar Trump di hadapan awak media di luar Gedung Putih.

Trump menjelaskan bahwa kesepakatan ini membuka akses yang lebih luas bagi produk Amerika Serikat ke pasar Indonesia, yang selama ini dinilainya terbatas. Ia menyebut tarif 19% untuk produk Indonesia jauh lebih baik dibandingkan ancaman tarif 32% yang sempat dilontarkannya sebelumnya.

Dalam unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa Indonesia berkomitmen membeli produk energi AS senilai US$15 miliar, produk pertanian senilai US$4,5 miliar, serta 50 unit pesawat Boeing sebagian besar model Boeing 777. Informasi ini sejalan dengan laporan bahwa maskapai Garuda Indonesia tengah menjajaki pembelian 50 hingga 75 pesawat dari pabrikan tersebut.

Baca Juga  DJP Blokir Ribuan Rekening Penunggak Pajak di Jawa Timur, Konsultan Pajak Dorong Solusi yang Lebih Humanis

Langkah Positif Tapi Perlu Diwaspadai Dampaknya

Menanggapi kesepakatan ini, Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, Yulianto Kiswocahyono, menyebut bahwa meski langkah ini bisa membuka peluang ekspor energi dan pertanian AS ke Indonesia, pemerintah perlu cermat melihat dampaknya terhadap pelaku usaha dalam negeri.

“Kesepakatan ini bisa dilihat sebagai bentuk kompromi strategis, tapi jangan sampai industri nasional justru terdesak oleh produk impor yang masuk dengan lebih mudah. Kita harus pastikan bahwa manfaatnya seimbang, baik untuk ekspor Indonesia maupun perlindungan sektor domestik,” ujar Yulianto.

Ia menambahkan bahwa transparansi dalam implementasi kebijakan tarif dan impor sangat penting untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor strategis yang terdampak langsung.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang lebih rinci dari Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Luar Negeri terkait isi lengkap dari kesepakatan tersebut. Redaksi akan terus memantau perkembangan untuk menyajikan informasi lebih lanjut secara berimbang.

Baca juga: Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Diperiksa sebagai Saksi

Baca juga: RRI Surabaya Gelar Podcast “Pajak Kita, Masa Depan Bangsa” Peringati Hari Pajak Nasional 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *