Anwar Usman Nyaris Pingsan, Alami Kelelahan Usai Purnatugas Hakim MK di Jakarta

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman mengalami kelelahan fisik usai menghadiri acara purnatugas di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, pada Senin (13/4/2026), setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan seremonial. 

Acara purnatugas yang digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi tersebut merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian Anwar Usman selama 15 tahun sebagai hakim konstitusi. Kegiatan berlangsung dengan konsep seremonial menyerupai prosesi wisuda, yang meliputi kirab simbolis, sambutan resmi, serta penyampaian pidato reflektif.

Insiden terjadi ketika Anwar Usman meninggalkan aula utama menuju lobi gedung usai acara. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, ia tampak mengalami penurunan kondisi fisik dengan langkah yang melambat dan tubuh yang mulai goyah. Sejumlah pihak, termasuk keluarga dan pegawai MK, segera memberikan bantuan dengan memapahnya.

Sesampainya di area lobi, kondisi fisik Anwar Usman semakin melemah sehingga harus dibopong menuju ruang tunggu. Tim medis internal MK kemudian memberikan penanganan awal secara cepat di lokasi kejadian.

Sekretaris Jenderal MK, Heru Setiawan, menyampaikan bahwa kondisi tersebut bukan merupakan pingsan, melainkan akibat kelelahan yang dipicu oleh penurunan kadar gula darah. Ia menjelaskan bahwa Anwar Usman menjalani rangkaian acara dalam durasi cukup panjang, termasuk berdiri dalam waktu lama tanpa jeda istirahat yang memadai.

Sebelum insiden terjadi, Anwar Usman sempat menyampaikan pidato reflektif mengenai perjalanan kariernya sebagai hakim. Ia menekankan bahwa profesi hakim mengandung tanggung jawab besar dalam menegakkan hukum dan keadilan, serta tidak terlepas dari berbagai risiko dalam pengambilan keputusan.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena terjadi dalam momentum penting, yakni purnatugas seorang hakim konstitusi senior yang telah berkiprah lebih dari satu dekade. Selain menyoroti aspek kesehatan individu, kejadian ini juga menggambarkan intensitas beban tugas dan dinamika yang dihadapi para penegak hukum di tingkat tinggi.

Baca Juga  Advokat Prija Maxy Theozipa, S.H. Bendahara Umum DPP FERADI WPI: Advokat Berbakat dan Atlet Muaythai yang Peduli Sosial

Respons cepat dari lingkungan internal MK menunjukkan kesiapan institusi dalam menangani kondisi darurat, sekaligus menegaskan pentingnya dukungan kesehatan dalam setiap kegiatan resmi yang melibatkan pejabat negara.

Pasca penanganan medis awal, kondisi Anwar Usman dilaporkan berangsur stabil. Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kondisi kesehatan di tengah padatnya aktivitas resmi, sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian panjangnya di Mahkamah Konstitusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *