Akses Utama Siswa SDN Nglegi 2 Rusak, Warga Dorong Perbaikan Infrastruktur Jalan

banner 468x60

KawanJariNews.com – GUNUNGKIDUL – Kondisi jalan lingkungan yang menjadi akses utama siswa menuju SD Negeri Nglegi 2, tepatnya di wilayah Dusun Karang, Desa Nglegi, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, mengalami kerusakan serius dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah.

Jalan tersebut merupakan jalur utama yang setiap hari digunakan oleh siswa dari Dusun Manggung dan Dusun Karang/Kemengan untuk menuju SD Negeri Nglegi 2 yang berlokasi di Dusun Karang . Selain anak sekolah, jalan ini juga dimanfaatkan warga untuk aktivitas harian, sehingga memiliki fungsi vital bagi mobilitas dan akses pendidikan masyarakat setempat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, talud bahu tebing jalan mengalami longsor, sementara sejumlah bagian cor rabat beton pecah dan turun hingga menyentuh permukaan tanah. Kerusakan tersebut menyebabkan struktur jalan tidak stabil dan berpotensi semakin parah saat terjadi hujan.

Doc. Kondisi bahu jalan di jalur menuju SD Negeri Nglegi 2 yang mengalami longsor pada bagian talud penahan tebing. Kerusakan tersebut berpotensi memperparah kerusakan badan jalan dan mengancam keselamatan siswa sekolah serta warga yang melintas. (NR).
Doc. Kondisi bahu jalan di jalur menuju SD Negeri Nglegi 2 yang mengalami longsor pada bagian talud penahan tebing. Kerusakan tersebut berpotensi memperparah kerusakan badan jalan dan mengancam keselamatan siswa sekolah serta warga yang melintas. (NR).

Saat musim hujan, kondisi jalan menjadi licin dan rawan amblas, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi siswa yang melintas, baik berjalan kaki maupun diantar menggunakan sepeda motor. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan, mengingat jalan tersebut dilalui anak-anak sekolah setiap hari.

Salah seorang warga yang rutin melintas di jalur tersebut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan siswa.“Kalau hujan jalannya licin sekali, cor beton sudah turun dan tanahnya lembek. Kami khawatir anak-anak jatuh atau terpeleset. Harapannya jalan ini bisa segera diperbaiki secara permanen, bukan tambal-tambal,” ujar warga tersebut.

Warga lainnya menambahkan bahwa risiko kecelakaan akan semakin besar apabila jalan tersebut dilintasi kendaraan roda empat, terutama saat hujan. Menurut warga, sisi jalan yang mengalami kerusakan berada tepat di tepi tebing dengan kontur yang cukup curam.“Kalau hujan dan dilewati mobil, itu sangat berbahaya. Bagian pinggir jalan yang rusak langsung tebing. Kalau kendaraan tergelincir, rawan terperosok ke jurang,” ungkapnya.

Baca Juga  Arus Kendaraan Menuju Gunungkidul Padat Merayap Selama Libur NATARU

Selain itu, warga menjelaskan bahwa kerusakan jalan tersebut telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir dan hingga kini belum mendapat perbaikan secara menyeluruh. Untuk mencegah kerusakan semakin parah, sejumlah warga berinisiatif melakukan perbaikan ringan secara swadaya.

“Sudah beberapa tahun rusak seperti ini dan belum ada perbaikan. Kalau tidak diuruk tanah di bagian sisi rabat yang turun, jalan jadi beda tinggi dan makin berbahaya. Jadi warga terpaksa menguruk sendiri supaya masih bisa dilewati,” tutur warga lainnya.

Mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 6 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), jalan lingkungan primer di kawasan perdesaan memiliki fungsi penting dalam menunjang mobilitas dan layanan dasar masyarakat, termasuk akses pendidikan. Kerusakan infrastruktur jalan yang dibiarkan berlarut dinilai tidak sejalan dengan prinsip keselamatan dan pelayanan publik.

Warga setempat berharap adanya penanganan teknis dan perbaikan permanen, terutama pada talud penahan tebing dan rabat beton jalan, agar akses pendidikan dari Dusun Manggung dan Dusun Karang Kemengan menuju SD Negeri Nglegi 2 tidak terganggu dan keselamatan anak-anak sekolah dapat terjamin. Perbaikan darurat dinilai belum cukup, mengingat kontur wilayah tersebut tergolong rawan longsor.

“Jalan ini bukan hanya untuk warga, tapi setiap hari dipakai anak sekolah. Kami berharap pemerintah desa dan pihak terkait bisa segera turun tangan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah warga lainnya.

Masyarakat juga mendorong agar pemerintah desa dan instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan dan kajian teknis, serta memasukkan perbaikan jalan tersebut dalam perencanaan pembangunan desa, mengingat jalan tersebut memiliki fungsi vital bagi aktivitas pendidikan dan sosial warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *