KawanJariNews.com – Surabaya, 8 Februari 2026 – Budaya literasi di lingkungan Jurusan Sosiologi, UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), kembali menunjukkan perkembangan yang signifikan. Forum bedah buku yang digelar secara terbuka ini tidak hanya menjadi ajang presentasi materi, tetapi juga ruang pertukaran gagasan yang argumentatif dan reflektif.
Kegiatan ini dipelopori oleh Kharisma Ade Rosalia dan Reyhan Alarico Stewart sebagai bagian dari upaya memperkuat tradisi diskusi yang lebih substantif di kalangan mahasiswa (Sabtu, 7/2/2026).
Menguji Teori dalam Realitas Sosial
Dalam diskusi tersebut, peserta tidak berhenti pada rangkuman isi buku. Mereka diajak menganalisis struktur gagasan, memetakan perspektif teoritis, serta mengaitkan konsep dengan dinamika sosial yang terjadi di masyarakat.
Kharisma menegaskan bahwa mahasiswa sosiologi memiliki tanggung jawab untuk menjadikan teori sebagai alat membaca realitas. “Diskusi harus melahirkan kesadaran kritis, bukan sekadar laporan bacaan,” ujarnya.
Membangun Tradisi Dialektika dan Keberanian Berpikir
Reyhan Alarico Stewart menekankan bahwa budaya intelektual tidak terbentuk secara instan. Ia menilai bedah buku perlu dijalankan secara konsisten agar menjadi tradisi akademik yang kuat.
“Diskusi yang sehat adalah diskusi yang membuka ruang perbedaan dan mendorong dialektika. Dari situlah keberanian intelektual tumbuh,” tegas Reyhan.
Menuju Ekosistem Akademik yang Berkelanjutan
Forum berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif mahasiswa lintas angkatan. Beragam isu seperti ketimpangan sosial, relasi kuasa, hingga perubahan budaya menjadi bagian dari pembahasan.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Sosiologi UINSA menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem akademik yang tidak hanya berorientasi pada capaian administratif, tetapi juga pada pembentukan karakter intelektual yang kritis dan reflektif.










