Pemkot Tangsel Klarifikasi Kritik Anggaran 2024, Wali Kota Tekankan Transparansi

banner 468x60

KawanJariNews.com – Tangerang Selatan, 28 September 2025 – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi resmi terkait kritik publik atas laporan keuangan tahun 2024, khususnya mengenai pos anggaran yang dianggap janggal. Wali Kota Benyamin Davnie menegaskan bahwa seluruh anggaran telah sesuai nomenklatur dan aturan, serta terbuka untuk dievaluasi demi meningkatkan transparansi.

Kritik terhadap pengelolaan anggaran Pemkot Tangsel tahun 2024 disampaikan oleh mantan penyanyi sekaligus figur publik, Leony Vitria Hartanti, melalui media sosial Instagram. Ia menyoroti adanya pos pengeluaran yang dianggap mencolok, antara lain belanja suvenir sebesar Rp20,48 miliar yang meningkat 51 persen dibanding tahun sebelumnya. Kritik ini memicu perhatian publik terhadap prioritas dan transparansi belanja daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa istilah “suvenir” dalam nomenklatur APBD bukan sekadar cenderamata, melainkan perlengkapan penunjang kegiatan masyarakat. “Suvenir ini bisa berupa medali lomba maraton, mesin jahit untuk pelatihan, hingga alat pertanian bagi kelompok masyarakat,” ujarnya.

Benyamin menjelaskan bahwa laporan keuangan Pemkot Tangsel 2024 setebal 520 halaman telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan disampaikan kepada Gubernur Banten, Kementerian Dalam Negeri, serta DPRD. Ia menekankan bahwa penggunaan nomenklatur anggaran mengikuti aturan resmi, sehingga istilah yang digunakan mungkin berbeda dengan pemahaman sehari-hari masyarakat.

Selain suvenir, sorotan juga tertuju pada belanja alat tulis kantor sebesar Rp38 miliar. Menurut Wali Kota, angka tersebut merupakan akumulasi kebutuhan dari 37 organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk tingkat kelurahan, untuk mencetak dokumen administrasi publik seperti KTP, KK, hingga surat keterangan. Sementara itu, belanja alat kesehatan sebesar Rp709 juta digunakan untuk kebutuhan spesifik di salah satu rumah sakit atau puskesmas, bukan untuk seluruh fasilitas kesehatan.

Baca Juga  Perkelahian Tukang Parkir di Pasar Wadai Ramadan Banjarmasin, Satu Orang Tewas

Kritik yang disampaikan Leony dinilai sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Pemkot Tangsel mengakui bahwa kritik semacam ini menjadi masukan penting untuk memperbaiki komunikasi pembangunan dan memperjelas pemahaman masyarakat mengenai teknis penggunaan anggaran.

Menurut Benyamin, hingga saat ini belum ada audiensi langsung dengan Leony, namun Pemkot terbuka untuk berdialog dengan semua pihak. Ia juga menyebut bahwa pemerintah bersama Wakil Wali Kota, Sekda, dan para kepala dinas telah mengadakan rapat evaluasi untuk memperbaiki pola komunikasi dengan masyarakat.

Sebagai penegasan, Wali Kota menyatakan bahwa Pemkot Tangsel berkomitmen meningkatkan transparansi dan membuka ruang dialog dengan publik. “Kami siap menjelaskan setiap detail anggaran dan menerima masukan demi memperbaiki tata kelola pemerintahan,” ujar Benyamin. Pemerintah Tangerang Selatan berharap proses klarifikasi ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat dan mendorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah.

Baca juga: Ketimpangan Anggaran Pemkot Tangsel 2024 Disorot, Publik Pertanyakan Prioritas Belanja

Baca juga: Presiden Pimpin Rapat Koordinasi Terkait Insiden Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *