Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Jasa WO Ayu Puspita yang Rugikan Banyak Pasangan

banner 468x60

KawanJariNews.com – Jakarta, 9 Desember 2025 — Kasus dugaan penipuan oleh penyelenggara pernikahan (wedding organizer) Ayu Puspita memicu perhatian publik setelah ratusan pasangan melaporkan kerugian akibat layanan pernikahan yang tidak terlaksana sesuai kesepakatan. Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap pihak terkait, termasuk pemilik dan karyawan PT APS.

Polres Metro Jakarta Utara menerima sejumlah laporan dari pasangan yang mengaku dirugikan setelah menggunakan jasa wedding organizer yang dikelola Ayu Puspita. Para korban menyebut telah membayar biaya yang bervariasi hingga mencapai sekitar Rp150 juta, namun acara pernikahan tidak terlaksana.

Salah satu laporan berasal dari pasangan Satrio Yuda yang menyebut telah membayar 90 persen dari total biaya senilai Rp170 juta. Namun, pada hari pelaksanaan, seluruh rangkaian acara tidak berlangsung. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pihak terlapor, termasuk pemilik dan karyawan PT APS yang diduga terlibat dalam pengelolaan layanan.

Kronologinya, pihak WO disebut telah menerima pembayaran untuk seluruh kebutuhan acara, namun pada hari pelaksanaan tidak ada vendor yang hadir, termasuk katering. Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan para korban dan mendorong mereka mengajukan laporan resmi.

Dalam wawancara di sebuah stasiun televisi, pasangan Reza dan Mezia menceritakan pengalaman mereka menjelang hari pernikahan. Pada H-1, mereka mendapat informasi bahwa katering tidak hadir dan tidak ada persiapan acara. Upaya mencari solusi pada hari pelaksanaan juga tidak membuahkan hasil karena tidak satu pun vendor datang ke lokasi.

Pasangan tersebut menyebut telah mengambil paket layanan “all-in” senilai kurang lebih Rp150 juta, mencakup dekorasi, katering, hiburan, fotografer, tata rias, dan busana pengantin. Mereka merasa dirugikan karena persiapan yang dijanjikan tidak dilaksanakan sehingga acara tidak dapat berlangsung.

Baca Juga  Bareskrim Polri Resmi Tangani Laporan Pelecehan Seksual Terhadap DJ Asal Sukabumi

Beberapa korban lain turut menyampaikan bahwa dana yang mereka bayarkan diduga digunakan untuk keperluan pribadi pihak terlapor. Hal ini memperkuat dugaan kerugian yang dialami para pelapor.

Proses penyelidikan sedang berlangsung dengan pengumpulan bukti berupa rekaman video dan kesaksian para korban. Polres Tangerang Selatan juga menerima laporan serupa dan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Dalam proses tersebut, korban membentuk grup WhatsApp beranggotakan sekitar 300 orang untuk saling berbagi informasi dan berkoordinasi mengenai langkah hukum. Jumlah laporan resmi terus bertambah seiring banyaknya korban yang merasa mengalami kerugian serupa.

Kisruh ini sempat memicu aksi massa di depan rumah Ayu Puspita, sehingga polisi harus melakukan pengamanan. Sejumlah korban juga mendatangi kantor polisi untuk memberikan keterangan tambahan dan mengajukan laporan resmi terkait kerugian mereka.

Perhatian publik terhadap kasus ini semakin besar setelah banyak korban menceritakan pengalaman mereka melalui media sosial dan liputan televisi. Situasi tersebut mendorong aparat kepolisian mempercepat penanganan laporan.

Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan tingginya tingkat kerugian yang dialami pasangan yang hendak menikah. Kerugian yang timbul bersifat finansial maupun emosional karena acara yang telah dipersiapkan tidak terlaksana.

Para korban berharap proses hukum dapat berjalan tuntas agar mereka memperoleh keadilan dan potensi kerugian dapat diminimalisasi. Pemeriksaan terhadap pihak terlapor masih berlangsung dan polisi menegaskan akan menaikkan status perkara ke tahap penyidikan apabila ditemukan bukti yang cukup.

Kasus dugaan penipuan wedding organizer ini menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya melakukan verifikasi menyeluruh terhadap penyedia jasa sebelum melakukan pembayaran. Aparat kepolisian diharapkan dapat segera menyelesaikan proses penyelidikan sehingga kejelasan hukum dapat diperoleh oleh seluruh korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *