203 Anak Diamankan Usai Aksi di DPR: KPAI Awasi Proses, Yusril Dorong Restorative Justice

banner 468x60

KawanJariNews.com – Jakarta, 11 September 2025 – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, bersama Wakil Menko Otto Hasibuan, melakukan kunjungan ke sejumlah tahanan pasca demonstrasi ricuh yang berujung penangkapan puluhan orang. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Delpedro Marhaen, Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, yang ditahan dengan dugaan penghasutan. Selain Delpedro, terdapat 68 orang lain yang turut ditahan.

Dalam kunjungan ke Polda Metro Jaya pada Selasa, 9 September 2025, Yusril menegaskan pentingnya perlakuan hukum yang adil. “Jadi terbuka kesempatan bagi pemerintah juga untuk melakukan musyawarah dengan keluarga, dengan korban, mengedepankan restorative justice supaya betul-betul tercipta keadilan di negara kita,” ujarnya.

Namun, ia menekankan komitmen pemerintah untuk tetap menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. “Namun kepada mereka yang mempunyai niat yang jahat atau mens rea untuk melakukan satu kejahatan, itu yang betul-betul akan kami tindak lanjuti sampai nanti dilimpahkan perkaranya ke pengadilan,” tutur Yusril.

Perlindungan Hak Asasi dan Kondisi Tahanan

Wamenko Polhukam Otto Hasibuan menambahkan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan hak-hak tahanan, termasuk Delpedro, tetap dihormati. Mereka berdialog langsung dengan tahanan dan pihak kepolisian, termasuk Kapolda dan Waka Polda, untuk memastikan tidak ada pelanggaran HAM.

Meski Delpedro menyatakan kondisinya baik, Otto menyoroti adanya ketimpangan perlakuan. Misalnya, keluarga tahanan bernama Sahdan disebut tidak diberi akses untuk bertemu langsung, yang menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi perlakuan adil bagi semua tahanan.

Pengawasan KPAI atas Anak yang Diamankan

Selain tahanan dewasa, perhatian publik juga tertuju pada perlindungan anak-anak yang ikut diamankan. Komisioner KPAI, Sylvana Maria, menyebut pihaknya melakukan pengawasan langsung melalui koordinasi dengan Kepolisian dan Dinas PPAPP DKI Jakarta.

Baca Juga  Fantasi Sedarah di Media Sosial: Pemerintah dan Publik Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku

Kami melakukan pengawasan lewat koordinasi dengan polisi, Dinas PPAPP dan bicara langsung dengan anak-anak yang diamankan,” kata Sylvana saat dihubungi di Jakarta, Selasa (26/8).

Ia memastikan bahwa hak-hak anak yang diamankan tetap dipenuhi. “Dari KPAI pasti (menjamin pemenuhan hak anak). Saya sudah di Polda Metro Jaya dari jam 07.30 WIB sampai sekarang, menunggu anak-anak yang sedang digali informasi pendalaman oleh polisi,” tambahnya.

Berdasarkan informasi sementara, ada 203 anak yang diamankan pihak kepolisian dalam aksi depan Gedung Parlemen pada Senin (25/8).

Upaya Hukum dan Harapan

Tim kuasa hukum Lokataru telah mengajukan penangguhan penahanan bagi Delpedro dan beberapa tahanan lain sejak Kamis lalu, namun hingga kini belum ada jawaban resmi. Otto berharap agar permohonan tersebut diproses secara objektif, sesuai bukti yang ada.

Ia menekankan bahwa bila bukti tidak cukup, tahanan harus dibebaskan. Namun, bila bukti kuat, proses hukum wajib diteruskan hingga pengadilan. Otto menegaskan bahwa negara harus hadir menjaga keadilan dan memastikan hukum tidak dipolitisasi.

Kunjungan pejabat tinggi negara ke tahanan dan pengawasan KPAI terhadap anak-anak yang diamankan mencerminkan upaya untuk memastikan hak-hak hukum dan perlindungan HAM tetap dihormati. Pemerintah menegaskan komitmennya pada restorative justice, namun juga menekankan penegakan hukum yang tegas bagi pihak yang terbukti melakukan tindak pidana.

Baca juga: Mantan Penyidik KPK Soroti Lambannya Penetapan Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Baca juga: Baru Mulai Menjabat, Mahasiswa Desak Dicopot Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *