Jubir BGN Beri Penjelasan Terkait Motor Listrik dan Laptop yang Belum Tersalurkan

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait sejumlah aset berupa motor listrik dan perangkat teknologi informasi, termasuk laptop, yang menjadi sorotan karena disebut belum dimanfaatkan secara optimal. Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, mengatakan aset-aset tersebut saat ini sedang diinventarisasi dan dievaluasi untuk menentukan langkah pemanfaatan selanjutnya.

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul perhatian publik terhadap sejumlah barang yang dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 namun belum tersalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Menurut Agustina, BGN tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap aset yang tersedia, termasuk motor listrik, laptop, tablet, dan perangkat pendukung lainnya. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi barang, kesesuaian spesifikasi dengan kebutuhan operasional, serta potensi pemanfaatannya dalam mendukung pelaksanaan program gizi nasional.

“Kami sedang melakukan inventarisasi dan evaluasi untuk memastikan seluruh aset yang telah dibeli dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Selain melakukan evaluasi internal, BGN juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk memperoleh kepastian terkait aspek administrasi dan hukum yang berkaitan dengan status aset tersebut. Koordinasi itu mencakup pemeriksaan dokumen pengadaan, administrasi kontrak, serta penelaahan terhadap proses pemanfaatan barang yang telah dibeli.

Agustina menegaskan bahwa BGN mengutamakan penggunaan aset yang telah tersedia sebelum melakukan pengadaan baru. Menurutnya, kebutuhan tambahan hanya akan dipertimbangkan apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa aset yang ada tidak lagi memenuhi kebutuhan operasional atau standar teknis yang diperlukan.

Ia juga menyebut bahwa evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas program gizi nasional melalui pemanfaatan anggaran yang lebih efisien dan tepat sasaran.

Isu mengenai motor listrik dan laptop yang belum tersalurkan menjadi perhatian karena berkaitan dengan penggunaan anggaran negara dan efektivitas pelaksanaan program pemerintah. Dalam konteks tata kelola keuangan negara, pemanfaatan aset yang telah dibeli menjadi salah satu indikator efisiensi belanja serta akuntabilitas pengelolaan program.

Baca Juga  Modus Korupsi Wakil Menteri Tenaga Kerja Terungkap, KPK Tetapkan Immanuel Ebenezer dan 10 Orang Lain sebagai Tersangka

Melalui proses inventarisasi dan evaluasi yang sedang berlangsung, BGN menyatakan berupaya memastikan setiap aset yang telah dibeli dapat memberikan manfaat sesuai tujuan program. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pemanfaatan maupun kebutuhan operasional pada periode berikutnya.

BGN menyatakan proses inventarisasi dan evaluasi terhadap motor listrik, laptop, dan aset lainnya masih berlangsung. Institusi tersebut menegaskan akan mengedepankan prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan pemanfaatan optimal aset negara dalam mendukung pelaksanaan program gizi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *