Identitas Korban Penemuan Mayat di Kampung Arab Banjarmasin Terungkap, Hasil Visum Tidak Temukan Tanda Kekerasan

banner 468x60

KawanJariNews.com – BANJARMASIN – Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kampung Arab, Jalan Antasan Kecil Barat (AKB), RT 14 RW 02, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Bawai (34), warga Kelurahan Pasar Lama. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sementara pihak keluarga telah menolak dilakukan autopsi.

Peristiwa bermula ketika Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasar Lama, Aiptu Ariansyah Rahim, A.Md., menerima laporan dari warga mengenai seorang pria yang tergeletak dalam posisi tertelungkup di tepi Jalan Antasan Kecil Barat dan diduga telah meninggal dunia.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel kepolisian bersama relawan segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.

Korban ditemukan di sekitar kawasan Masjid Ar Ridho dan Gang Al Ikhlas. Saat ditemukan, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sejumlah warga yang berada di lokasi juga menyebutkan melihat darah keluar dari mulut dan hidung korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi di sekitar lokasi, sebelum ditemukan tergeletak korban diduga sempat berjalan kaki di kawasan tersebut. Salah seorang saksi juga menyebut korban diduga sempat diturunkan dari sebuah sepeda motor sebelum kemudian berjalan seorang diri meski tampak menahan sakit. Informasi tersebut masih sebatas keterangan saksi yang diperoleh petugas di lapangan.

Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan medis. Dari hasil visum awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan, baik akibat benda tumpul maupun trauma lainnya.

Pemeriksaan medis awal mengindikasikan korban memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi yang diduga berkaitan dengan kondisi yang menyebabkan keluarnya darah dari mulut dan hidung. Namun demikian, dugaan tersebut merupakan hasil pemeriksaan awal dan tidak dilakukan autopsi karena pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut.

Baca Juga  Dari Bentrok ke Dialog, Polisi Selesaikan Tawuran Remaja di Banjarmasin Melalui Pendekatan Restoratif

Setelah identitas korban berhasil dipastikan sebagai Bawai (34), pihak kepolisian menghubungi keluarga. Keluarga kemudian datang ke RSUD Ulin Banjarmasin, mengonfirmasi identitas korban, serta menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di rumah duka di Desa Puntik, Kabupaten Barito Kuala.

Berdasarkan hasil penanganan awal, kepolisian menyatakan tidak menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, seluruh rangkaian penanganan tetap dilaksanakan sesuai prosedur kepolisian, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, pemeriksaan medis, hingga penyerahan jenazah kepada keluarga.

Peristiwa penemuan jenazah di kawasan permukiman padat penduduk tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar. Terungkapnya identitas korban serta hasil pemeriksaan medis awal memberikan gambaran mengenai kondisi korban, namun seluruh proses penanganan tetap mengacu pada ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta menghormati privasi keluarga korban. Aparat memastikan setiap penanganan peristiwa dilakukan secara profesional berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *