KawanJariNews.com – BANJARMASIN – Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kampung Arab, Jalan Antasan Kecil Barat (AKB), RT 14, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Bawai (34), warga Kelurahan Pasar Lama. Meski identitas korban telah diketahui, penyebab pasti kematiannya hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Korban pertama kali ditemukan warga dalam posisi telungkup di sekitar Masjid Ar Ridho dan Gang Al Ikhlas, Jalan Antasan Kecil Barat. Saat ditemukan, korban diduga sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sejumlah saksi di lokasi juga menyebutkan terlihat darah keluar dari mulut korban.
Laporan penemuan tersebut segera diteruskan kepada pihak berwenang. Tidak lama kemudian, relawan bersama personel kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sebelum ditemukan tergeletak, korban diduga sempat berjalan kaki di sekitar lokasi. Salah seorang saksi juga menyebut korban diduga sempat diturunkan dari sebuah sepeda motor sebelum kemudian berjalan seorang diri meski tampak menahan sakit.
Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematian.
Identitas korban yang semula belum diketahui akhirnya berhasil dipastikan sebagai Bawai (34), warga kawasan Pasar Lama. Meski demikian, aparat belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya korban karena masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Hingga berita ini ditulis, penyidik masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa tersebut. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari para saksi serta menelusuri berbagai informasi yang berkaitan dengan aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan resmi diumumkan.
Peristiwa penemuan jenazah di kawasan permukiman padat penduduk tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar. Terungkapnya identitas korban menjadi perkembangan penting dalam proses penyelidikan, namun belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian.
Hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian akan menjadi dasar dalam menentukan apakah terdapat unsur tindak pidana atau faktor lain yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Sampai saat ini, kepolisian masih mendalami seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Aparat belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kematian Bawai. Masyarakat diharapkan menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak kepolisian agar informasi yang beredar tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.










