KawanJariNews.com – BANDUNG – Seorang ibu pasien bernama Nina Saleha mengungkap insiden nyaris tertukarnya bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin setelah bayinya sempat berada dalam penguasaan orang lain tanpa verifikasi identitas, dalam peristiwa yang terjadi saat masa perawatan pasca-persalinan.
Peristiwa tersebut terjadi saat Nina Saleha menjalani perawatan usai melahirkan, di mana bayinya ditempatkan di ruang inkubator untuk pemantauan intensif. Dalam keterangannya, Nina menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika dirinya meninggalkan ruangan sejenak bersama suaminya.
Saat kembali ke ruang perawatan, Nina mendapati bayinya tidak berada di inkubator, melainkan telah berada di pangkuan seorang wanita yang tidak dikenalnya. Ia juga menyebut bahwa gelang identitas bayi yang seharusnya terpasang sebagai penanda telah dilepas.
Nina mengaku curiga setelah melihat adanya kesamaan atribut seperti selimut dan pakaian bayi. Ia kemudian memastikan langsung dengan memeriksa kondisi fisik bayi tersebut dan meyakini bahwa bayi itu adalah anaknya. Ia pun segera melakukan protes kepada pihak rumah sakit.
Menurut penuturan Nina, petugas yang berada di lokasi tidak langsung melakukan verifikasi identitas secara menyeluruh saat bayi tersebut berada di tangan orang lain. Ia menyebut bahwa proses penyerahan bayi diduga hanya berdasarkan pengakuan verbal tanpa pengecekan dokumen atau identitas resmi.
Pihak rumah sakit kemudian mengakui adanya kelalaian dalam peristiwa tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien. Namun, Nina menyatakan bahwa hingga saat itu belum ada penjelasan rinci terkait tindakan terhadap petugas yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Insiden ini menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan pasien, khususnya dalam sistem identifikasi bayi baru lahir di fasilitas kesehatan. Gelang identitas bayi merupakan bagian dari prosedur utama untuk mencegah kesalahan identifikasi, yang seharusnya tidak dilepas tanpa prosedur resmi.
Peristiwa ini juga memunculkan perhatian terhadap pengawasan di ruang perawatan intensif bayi serta perlunya verifikasi berlapis dalam setiap proses pemindahan atau penyerahan bayi kepada pihak keluarga.
Dari sisi regulasi, fasilitas kesehatan diwajibkan menerapkan sistem keselamatan pasien sesuai standar pelayanan yang berlaku, termasuk mekanisme pencegahan kesalahan identifikasi yang dapat berdampak serius bagi pasien dan keluarga.
Kasus yang dialami Nina Saleha menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi evaluasi bagi peningkatan standar pelayanan di fasilitas kesehatan. Pihak terkait diharapkan dapat melakukan penelusuran menyeluruh serta memperkuat sistem pengawasan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.










