Mahasiswa UINSA Kunjungi Taman Puputan Margarana di Masa Libur Akademik

banner 468x60

KawanJariNews.com – Surabaya, 4 Februari 2026 — Di tengah masa libur akademik, Reyhan Alarico Stewart, mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, melakukan perjalanan ke Bali dan mengunjungi Taman Puputan Margarana yang berlokasi di Margarana, Kabupaten Tabanan. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari aktivitas pribadi di waktu senggang sekaligus refleksi terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Taman Puputan Margarana dikenal sebagai salah satu situs bersejarah yang merekam peristiwa perjuangan rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di kawasan tersebut berdiri Patung Presiden Soekarno yang menjadi simbol penghormatan terhadap peran dan pidato-pidato Bung Karno dalam membangkitkan semangat perjuangan rakyat Bali pada masa revolusi kemerdekaan.

Reyhan Alarico Stewart, yang akrab disapa Rico, menyampaikan bahwa kunjungannya ke Taman Puputan Margarana memiliki makna lebih dari sekadar perjalanan wisata.

“Saat berdiri di depan patung Soekarno, saya seakan merasakan kembali semangat perjuangan yang menggebu-gebu dari para pejuang yang telah mengorbankan jiwa mereka untuk kemerdekaan ini,” ujar Rico.

Ia menilai bahwa Taman Puputan Margarana bukan hanya tempat bersejarah, melainkan juga pengingat akan nilai pengorbanan para pahlawan bangsa.

“Taman ini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi juga pengingat bagi kita, generasi muda, agar tidak melupakan perjuangan mereka,” katanya.

Lebih lanjut, Rico mengungkapkan refleksi pribadi yang ia rasakan setelah berada di kawasan bersejarah tersebut.

“Padamnya kandil itu bukanlah akhir, melainkan kita yang hidup sekarang ini yang harus menjaga semangat perjuangan,” ucapnya.

Menurutnya, generasi masa kini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa.

“Kewajiban kita sebagai generasi penerus adalah memelihara dan menumbuhkan semangat yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan yang gugur. Pengorbanan mereka harus tetap dikenang, dan warisan perjuangan itu harus abadi. Merdeka!” tuturnya.

Baca Juga  Harapan Masyarakat Desa Gunung Megang Luar Terkait RTLH Mendapatkan Respon Positif dari Pemerintah Desa

Sebagai mahasiswa Sosiologi, Rico menilai bahwa pembelajaran akademik perlu diimbangi dengan pemahaman sejarah dan nilai kebangsaan.

“Sebagai mahasiswa Sosiologi, saya tidak hanya belajar tentang teori, tetapi juga bagaimana sejarah dan semangat perjuangan itu harus menjadi bagian dari kehidupan kita, terutama sebagai pemuda yang diharapkan dapat membawa perubahan bagi bangsa ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kunjungan ke Taman Puputan Margarana memberikan pengalaman reflektif yang memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga semangat nasionalisme.

“Taman Puputan Margarana menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa Indonesia, dan kini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga dan memupuk semangat kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata,” katanya.

Melalui pengalaman tersebut, Rico berharap kunjungan ke situs-situs bersejarah dapat mendorong generasi muda untuk lebih mengenal dan memahami perjuangan bangsa.

“Saya berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa dan generasi muda lainnya agar lebih mengenal sejarah perjuangan bangsa Indonesia serta memiliki semangat untuk terus berkontribusi demi kemajuan Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *