Inspirasi Kehidupan: Polisi di Banjarnegara Wakafkan Tanah Demi Masa Depan Anak Desa

banner 468x60

kawanjarinews.com – Banjarnegara, 24 Januari 2025 — Sebuah kisah penuh inspirasi datang dari Aipda Agung Ristianto Saputro, anggota Polri Polres Banjarnegara. Dengan ketulusan hati, ia mewakafkan tanah pribadinya untuk membantu MI Ma’arif Nurul Fatah Petir, Kecamatan Purwanegara, dalam menyediakan fasilitas belajar yang layak bagi siswa di desa tersebut.

Kisah ini bermula pada tahun 2011 ketika Aipda Agung menikah dengan Winengkuh Dyah Rachmani, seorang bidan desa yang kemudian ditugaskan oleh Dinas Kesehatan untuk bertugas di Desa Petir. “Setelah menikah, istri saya ditugaskan menjadi bidan desa, dan kami tinggal di Poli Klinik Desa (PKD) Desa Petir,” ungkap Aipda Agung, mengenang awal kehidupan mereka di desa.

Berkeinginan untuk memiliki rumah dan tanah pribadi di desa tersebut, Aipda Agung pada tahun 2013 membeli tanah seluas 460 meter persegi seharga Rp16 juta. “Awalnya, tanah itu saya rencanakan untuk tempat tinggal keluarga. Namun, sebuah kejadian menyentuh hati mengubah rencana saya,” katanya.

Ketika anak pertama mereka, Mahirra, mulai bersekolah di MI Ma’arif Nurul Fatah Petir, Aipda Agung sering melihat kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan. “Setiap kali mengantar anak, saya melihat banyak anak yang terpaksa belajar di rumah kosong milik warga. Kondisinya jauh dari layak,” ujarnya.

Hati Aipda Agung tergerak untuk membantu. Pada 8 November 2018, ia memutuskan untuk mewakafkan tanah yang awalnya disiapkan untuk rumah keluarganya kepada pihak sekolah. Proses wakaf ini disahkan melalui surat keterangan yang ditandatangani oleh Kepala MI Ma’arif Nurul Fatah Petir dan Sekretaris Desa setempat. “Saya melihat ada manfaat yang lebih besar jika tanah ini digunakan untuk pengembangan sekolah, sehingga anak-anak bisa belajar di tempat yang lebih layak,” tambahnya.

Baca Juga  Dandim 0729/Bantul Apresiasi Babinsa yang Gotong Royong Bersihkan Sisa Kebakaran Ponpes Al-Anwar

Keputusan ini menunjukkan ketulusan seorang anggota Polri yang rela menunda keinginan pribadinya demi kemajuan pendidikan. “Saya percaya, membantu pendidikan anak-anak adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa,” tegas Aipda Agung.

Kisah Aipda Agung menjadi contoh nyata bagaimana ketulusan, kepedulian, dan pengorbanan dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan banyak orang. Tanah yang sebelumnya dipersiapkan untuk rumah pribadi kini menjadi aset berharga bagi pendidikan anak-anak di Desa Petir, memberikan mereka kesempatan untuk belajar dalam lingkungan yang lebih baik dan mendukung.

Semoga kisah inspiratif ini dapat memotivasi lebih banyak orang untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di daerah mereka. (Sumber: HUMAS Polres Banjarnegara).

Baca juga: Harapan Baru di Kampung Balong: Bhabinkamtibmas Srengseng Bangun Sekolah Gratis untuk Anak Pemulung

Baca juga: Harapan Warga Gunung Megang Luar Kepada Pemerintah untuk Bantuan Penanganan Rumah Tidak Layak Huni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *