Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Kawal Deportasi 165 PMI di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan

banner 468x60

kawanjarinews.com – Nunukan, 23 Januari 2025 – Sebanyak 165 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Mengatal, Kota Kinabalu, Malaysia, tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan. Proses deportasi berlangsung lancar berkat pengawalan dari Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad.

Setibanya di pelabuhan, para PMI dideportasi dikumpulkan untuk mendapatkan arahan dari petugas Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Selain memberikan informasi, petugas juga membagikan ID Care Deportan untuk mempermudah identifikasi. Petugas Imigrasi Kelas II TPI Kabupaten Nunukan turut memeriksa kelengkapan dokumen, termasuk pengecekan dan pemberian stempel pada paspor para deportan.

Doc. Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi tampak tertib mengantri di loket pelayanan pelabuhan. Petugas memberikan arahan dan memastikan kelengkapan dokumen administrasi para deportan sebelum mereka diarahkan menuju tempat penampungan sementara.

Proses selanjutnya adalah pemeriksaan barang bawaan melalui alat X-Ray yang diawasi oleh anggota Bea Cukai Kabupaten Nunukan. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa oleh PMI yang dideportasi.

Setelah seluruh pemeriksaan selesai, para deportan diarahkan oleh petugas BP2MI untuk naik ke kendaraan yang telah disiapkan. Satu unit kendaraan dinas milik Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dan lima unit angkutan umum digunakan untuk mengangkut para PMI ke Rusunawa, tempat penampungan sementara di Kabupaten Nunukan.

Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, menjelaskan bahwa pengawalan ini adalah bagian dari tugas pihaknya dalam menjaga keamanan perbatasan sekaligus memberikan dukungan kepada instansi terkait dalam menangani PMI Deportasi.

“Kami akan terus mendukung dalam setiap proses deportasi untuk memastikan seluruh prosedur berjalan lancar dan menjaga keamanan di wilayah perbatasan,” ujar Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra.

Proses deportasi kali ini berlangsung kondusif berkat sinergi antara Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dengan instansi terkait. Kolaborasi yang solid ini menjadi contoh kerja sama yang baik dalam menangani permasalahan pekerja migran di wilayah perbatasan. (Sumber: Pen Yonarmed 11/GG Kostrad).

Baca Juga  Bangsa Persia: Sejarah Panjang Peradaban Iran dari Kekaisaran Kuno hingga Warisan Budaya Dunia

Baca juga: Tim FERADI WPI Bekasi, Dampingi Klien Proses Pengurusan SKTM

Baca juga: Satgas Yonif 642/Kps Laksanakan Gadik Pengetahuan Kewarganegaraan di SD Inpres Krawargef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *