Seminar Palestina di Universitas Paramadina: HNW Apresiasi Gencatan Senjata di Gaza dan Serukan Pengawalan Menuju Perdamaian Dunia

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta, 17 Januari 2025 – Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, Lc., MA (HNW),Rabu (16/1/2025) mengajak masyarakat dunia, termasuk kalangan kampus di Indonesia, untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina sekaligus mengutuk aksi kekerasan Israel di Gaza yang telah menimbulkan tragedi kemanusiaan. HNW juga mengapresiasi kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan menekankan pentingnya pengawalan agar perdamaian dapat terwujud.

Hal ini disampaikan HNW saat menjadi pembicara kunci dalam seminar bertajuk “Palestina: Sebuah Tragedi Kemanusiaan di Zaman Modern” yang diselenggarakan di Universitas Paramadina, Jakarta. Acara ini turut menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi, seperti Prof. Hikmahanto Juwana, Pipip A. Rifai Hasan, PhD, Dian Wirengjurit, MA, dan Prof. Din Syamsuddin, Ketua Pengarah ARI-BP (Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina).

Doc. Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, Lc., MA, memberikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers seusai seminar di Universitas Paramadina, Kamis (16/1/2025). HNW menegaskan pentingnya peran internasional dalam mengawal gencatan senjata Israel-Palestina dan menyerukan solidaritas global untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Menurut HNW, dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina telah mendapat perhatian luas dari berbagai kampus internasional, termasuk di Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Prancis, Australia, dan Jepang. “Kampus-kampus di dunia sudah banyak yang mendukung kemerdekaan Palestina dan mengecam kekerasan Israel. Di Indonesia, Muhammadiyah juga telah menyerukan kampus-kampus di bawah naungannya untuk melakukan hal serupa,” ungkapnya.

HNW juga mengapresiasi langkah Universitas Paramadina sebagai institusi pendidikan yang turut berkontribusi dalam mendukung Palestina. “Saya mendukung apa yang dilakukan Universitas Paramadina, yang sesuai dengan spirit nama ‘Paramadina’—melanjutkan perjuangan generasi ‘para’ Madinah di masa Rasulullah yang berhasil menghentikan penindasan dan menegakkan keadilan,” ujarnya.

HNW menjelaskan bahwa nilai-nilai dari Piagam Madinah, piagam tertulis tertua di dunia, relevan dengan kondisi Palestina saat ini. Piagam tersebut mempromosikan kehidupan demokratis dan berorientasi pada kemanusiaan.

Ia juga mengapresiasi berbagai upaya internasional, termasuk yang dilakukan oleh lembaga-lembaga seperti PBB, ICC, ICJ, Amnesty International, OKI, Liga Arab, dan negara-negara mediator seperti Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir. Upaya ini berhasil mendorong terwujudnya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang dijadwalkan berlaku mulai 19 Januari 2025.

Baca Juga  Ahli Pajak Kritik Putusan MA: Yulianto Kiswocahyono Tegaskan Pemeriksaan Lewat Waktu Wajib Ikuti Mekanisme Hukum

“Amerika Serikat kali ini mendukung gencatan senjata, mungkin juga karena realisasi janji Donald Trump saat kampanye pilpres di depan komunitas Muslim di AS,” kata HNW.

Namun, HNW mengingatkan agar gencatan senjata tersebut tetap diawasi secara ketat. “Israel memiliki rekam jejak sering melanggar perjanjian. Contohnya, perjanjian gencatan senjata dengan Lebanon pada 27 November 2024 yang kembali dilanggar,” tegasnya.

HNW menegaskan bahwa perjuangan mendukung kemerdekaan Palestina tidak boleh berhenti pada tercapainya gencatan senjata. Langkah ini harus menjadi pijakan awal menuju perdamaian yang berkelanjutan, dengan pengawalan ketat dari negara-negara dan lembaga internasional yang mencintai keadilan dan perdamaian. Solidaritas global dari masyarakat, khususnya generasi muda, dan langkah konkret dari pemerintah Indonesia diharapkan dapat menjadi katalisator bagi terwujudnya kebebasan Palestina secara penuh.

Baca juga: Terima Pimpinan KPK, Menkopolkam Sampaikan Komitmen Dukungan Pemberantasan Korupsi

Baca juga: Mahkamah Konstitusi Kabulkan Sebagian Uji Materi UU Desa, Tegaskan Kepastian Hukum Bagi Calon Kepala Desa Terpilih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *