Harga Minyak Dunia Turun ke Level Terendah Sejak Maret, Akankah Harga Pertamax Ikut Turun?

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Harga minyak mentah dunia turun mendekati USD 75 per barel pada pertengahan Juni 2026, mencapai level terendah sejak awal Maret lalu. Penurunan tersebut terjadi setelah muncul perkembangan terbaru terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meningkatkan pasokan minyak ke pasar global.

Data perdagangan energi internasional menunjukkan harga minyak mengalami penurunan dalam lima sesi perdagangan berturut-turut. Kondisi tersebut memicu perhatian terhadap kemungkinan dampaknya terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia, termasuk Pertamax.

Perkembangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp15.000 menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026. Kenaikan tersebut sebelumnya dikaitkan dengan tren harga minyak mentah dunia yang masih berada pada level tinggi.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, mengatakan harga BBM non-subsidi ditetapkan berdasarkan mekanisme pasar sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245 Tahun 2022. Menurutnya, harga jual produk seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia dan sejumlah komponen biaya lainnya.

Dengan penurunan harga minyak dunia yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, muncul kemungkinan adanya penyesuaian harga BBM non-subsidi apabila tren tersebut berlanjut dalam periode evaluasi berikutnya. Namun hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan harga BBM non-subsidi di tingkat konsumen.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi tetap tidak mengalami perubahan. Pemerintah sebelumnya menyatakan harga kedua jenis BBM tersebut masih dipertahankan sesuai kebijakan subsidi energi yang berlaku.

Pergerakan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga BBM non-subsidi di Indonesia. Ketika harga minyak global naik, biaya pengadaan bahan bakar ikut meningkat dan dapat berdampak pada harga jual di SPBU. Sebaliknya, penurunan harga minyak berpotensi membuka ruang bagi penyesuaian harga ke arah yang lebih rendah apabila kondisi pasar tetap stabil.

Baca Juga  Pelemahan Rupiah Tekan Sektor Elektronik Ritel, Harga Barang Naik dan Penjualan Menurun

Selain harga minyak mentah, penetapan harga BBM non-subsidi juga dipengaruhi nilai tukar rupiah, biaya distribusi, serta faktor operasional lainnya. Karena itu, perubahan harga di pasar internasional tidak selalu langsung diikuti penyesuaian harga di dalam negeri.

Hingga pertengahan Juni 2026, belum terdapat keputusan resmi mengenai perubahan harga Pertamax dan BBM non-subsidi lainnya. Namun, penurunan harga minyak dunia yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor yang akan diperhitungkan dalam evaluasi harga BBM berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *