Anggota DPR Soroti Arah Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dalam Rapat Bersama Menteri UMKM

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyampaikan sejumlah catatan terkait pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam rapat tersebut, Yoyok menyoroti model operasional KDMP yang dinilainya perlu lebih berorientasi pada pemberdayaan ekonomi lokal dan penguatan produk UMKM.

Dalam penyampaiannya, Yoyok mengingatkan agar KDMP tidak hanya berfungsi sebagai sarana penjualan produk-produk industri skala besar, tetapi juga menjadi wadah yang mampu memperkuat peran pelaku usaha lokal di tingkat desa. Menurutnya, koperasi memiliki fungsi strategis sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berbasis keanggotaan dan pemerataan manfaat ekonomi.

Yoyok menilai KDMP perlu diarahkan menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus ruang pemasaran bagi produk-produk UMKM lokal. Ia menyebut sejumlah komoditas yang dapat menjadi prioritas koperasi desa, antara lain gas elpiji, beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, serta berbagai produk hasil usaha masyarakat seperti kerupuk, tempe, tahu, dan makanan olahan lainnya.

Selain fungsi distribusi, ia juga mendorong agar koperasi berperan dalam mendukung pengembangan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, sertifikasi produk, akses pembiayaan, serta perluasan jaringan pemasaran. Menurutnya, integrasi berbagai layanan tersebut dapat memperkuat posisi koperasi sebagai penggerak ekonomi desa.

Dalam rapat yang sama, Kementerian UMKM mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,5 triliun di luar pagu indikatif yang telah ditetapkan sebesar Rp459 miliar. Menanggapi hal tersebut, Yoyok menyatakan dukungannya terhadap usulan penambahan anggaran untuk memperkuat program pemberdayaan koperasi dan UMKM.

Ia menyampaikan bahwa target peningkatan kapasitas jutaan pelaku usaha mikro memerlukan dukungan anggaran yang memadai, termasuk untuk program digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan koperasi. Menurutnya, investasi di sektor UMKM memiliki dampak luas terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Kompolnas Pantau Ketat Gelar Perkara Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas

Yoyok juga menekankan pentingnya percepatan digitalisasi dalam pengembangan koperasi dan UMKM. Ia mendorong optimalisasi program layanan berbasis digital yang dapat mempermudah pelaku usaha dalam mengakses perizinan, pembiayaan, pelatihan, hingga pemasaran produk secara daring.

Selain itu, ia mengusulkan penguatan kemitraan strategis antara koperasi, UMKM, BUMN, dan sektor swasta guna memperluas akses pasar dan memperkuat rantai distribusi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kemitraan yang terbangun harus memberikan manfaat langsung kepada anggota koperasi dan pelaku usaha mikro.

Rapat kerja tersebut menjadi bagian dari pembahasan berbagai program penguatan koperasi dan UMKM yang tengah dijalankan pemerintah. Masukan yang disampaikan anggota DPR diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan agar keberadaan Koperasi Desa Merah Putih mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat desa dan pelaku UMKM di berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *