BMKG Prediksi Hujan Lebat di Atas Normal Terjadi hingga Oktober 2025

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta, 8 Juli 2025 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan di atas normal masih akan berlangsung hingga Oktober 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BMKG, Dwi Korita Karnawati, dalam keterangannya terkait cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Fenomena banjir yang terjadi secara meluas di berbagai wilayah Tanah Air dipicu oleh anomali iklim yang menyebabkan peningkatan curah hujan di atas rata-rata. Sejumlah daerah dilaporkan mengalami genangan hingga banjir besar yang mengganggu aktivitas warga serta pelayanan fasilitas publik.

Kepala BMKG, Dwi Korita Karnawati, menjelaskan bahwa fenomena cuaca ini merupakan dampak dari kemunduran musim kemarau di Indonesia. “Hingga akhir Juni, baru sekitar 30 persen zona musim yang memasuki kemarau. Angka ini jauh dari kondisi normal yang biasanya mencapai 64 persen,” ujar Dwi Korita.

Kondisi ini telah berdampak pada sejumlah wilayah di Jabodetabek, Jawa Barat, dan sebagian besar Pulau Jawa dan Sumatera, termasuk terjadinya banjir di beberapa titik yang menjadi langganan genangan air saat musim hujan.

BMKG memperkirakan kondisi anomali ini akan berlangsung hingga Oktober 2025. Dengan demikian, musim kemarau mengalami kemunduran cukup signifikan dari waktu normalnya.

Anomali cuaca global, termasuk dampak dari fenomena La Nina yang masih berpengaruh pada pola hujan di wilayah Indonesia, menjadi penyebab utama keterlambatan musim kemarau dan tingginya intensitas hujan saat ini.

BMKG mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, dan angin kencang. “Penting untuk menjaga kesiapan infrastruktur drainase dan sistem peringatan dini. Masyarakat diimbau untuk memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG,” jelas Dwi Korita.

Baca Juga  Talud Sungai Jebol, Puluhan Rumah di Bambankerep Semarang Terendam Banjir Setinggi 1 Meter

Prediksi cuaca ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media untuk menyebarluaskan informasi dan mengantisipasi potensi bencana secara cepat, akurat, dan tidak menimbulkan kepanikan.

Baca juga: Status Siaga 4 di Bendung Katulampa, Banjir Juga Rendam Rumah Sakit di Jonggol

Baca Juga: Polisi Tangkap 6 Pelaku Pembunuhan Notaris di Bekasi, Termasuk Sopir Pribadi Korban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *