KawanJariNews.com – TULANG BAWANG – Warga RT 02 RW 02 Kampung Jaya Makmur, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mempertanyakan komitmen PT PLN (Persero) terhadap keselamatan pelanggan setelah puluhan tahun jaringan listrik di lingkungan mereka masih ditopang menggunakan tiang bambu yang dipasang secara swadaya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat sekaligus menimbulkan gangguan terhadap keandalan pasokan listrik.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jaringan distribusi listrik yang melayani puluhan rumah belum menggunakan tiang listrik permanen. Sebagai pengganti, warga memasang tiang bambu untuk menopang kabel listrik. Karena mudah lapuk akibat usia dan cuaca, bambu-bambu tersebut harus diganti secara berkala, bahkan hampir setiap tahun.
Masyarakat menilai persoalan tersebut tidak lagi sekadar berkaitan dengan keterbatasan infrastruktur, tetapi telah menyangkut aspek keselamatan. Warga mengkhawatirkan tiang bambu yang roboh sewaktu-waktu dapat mengakibatkan putusnya jaringan listrik, korsleting, hingga memicu kebakaran yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda.
Selain persoalan keamanan, warga juga mengeluhkan kualitas tegangan listrik yang dinilai sering tidak stabil. Kondisi tersebut dikhawatirkan mempercepat kerusakan berbagai peralatan elektronik rumah tangga yang digunakan setiap hari.
Ketua RT 02 Kampung Jaya Makmur berharap pemerintah dan PT PLN (Persero) segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.
“Sudah lama, Pak. Badan jalan ini sudah dibentuk dan rumah-rumah sudah lama berdiri. Kami mohon kepada pihak PLN ataupun pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar segera dipasangkan tiang listrik di lingkungan warga kami,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut warga, keberadaan permukiman di wilayah tersebut bukan merupakan kawasan baru. Jalan lingkungan telah terbentuk dan rumah-rumah warga telah berdiri sejak lama. Oleh karena itu, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat mengikuti perkembangan kawasan permukiman demi menjamin pelayanan listrik yang aman dan andal.
Kondisi tersebut juga memunculkan sejumlah pertanyaan dari masyarakat mengenai standar keselamatan jaringan distribusi listrik. Warga mempertanyakan mengapa pelanggan yang telah bertahun-tahun menikmati layanan listrik masih harus menopang jaringan menggunakan tiang bambu secara mandiri. Mereka juga berharap adanya penjelasan dari pihak terkait mengenai rencana pembangunan tiang listrik permanen di wilayah tersebut.
Listrik merupakan salah satu layanan publik yang memiliki fungsi vital bagi kehidupan masyarakat. Selain menjamin kontinuitas pasokan energi, infrastruktur kelistrikan juga harus memenuhi aspek keselamatan, keandalan, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Kondisi jaringan yang masih menggunakan tiang bambu dikhawatirkan meningkatkan risiko gangguan teknis maupun kecelakaan, terutama saat terjadi cuaca ekstrem, angin kencang, atau hujan deras. Oleh karena itu, masyarakat berharap evaluasi terhadap infrastruktur jaringan listrik di Kampung Jaya Makmur dapat segera dilakukan agar pelayanan yang diterima pelanggan memenuhi standar keamanan dan keselamatan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari PT PLN (Persero) mengenai kondisi jaringan listrik di RT 02 RW 02 Kampung Jaya Makmur maupun rencana pemasangan tiang listrik permanen di wilayah tersebut.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada PT PLN (Persero), pemerintah daerah, maupun instansi terkait agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh, berimbang, akurat, dan transparan mengenai persoalan tersebut.
















