KawanJariNews.com – JAKARTA — Sebuah truk ekspedisi dilaporkan hilang setelah dicuri oleh dua orang pelaku di kawasan Jalan Penjagalan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, dengan aksi yang terekam kamera pengawas (CCTV), Kamis (9/4/2026).
Peristiwa pencurian terjadi di depan ruko jasa ekspedisi dan toko perabotan rumah tangga di wilayah tersebut. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, dua pelaku terlibat dalam aksi dengan pembagian peran yang terstruktur.
Salah satu pelaku terlebih dahulu melakukan pengamatan di sekitar lokasi dengan berjalan mondar-mandir untuk memastikan kondisi aman. Setelah situasi dinilai sepi dan tidak ada pengawasan, pelaku mendekati truk jenis mobil boks yang terparkir di depan ruko.
Pelaku kemudian membobol pintu kendaraan dan merusak sistem kontak pengapian untuk menghidupkan mesin tanpa menggunakan kunci asli. Proses tersebut berlangsung dalam waktu singkat, diperkirakan kurang dari tiga menit.
Sementara itu, satu pelaku lainnya bertugas mengawasi situasi dari atas sepeda motor di sekitar lokasi. Setelah mesin truk berhasil dinyalakan, pelaku langsung membawa kendaraan tersebut meninggalkan lokasi.
Seorang karyawan ruko sempat menyadari kejadian tersebut dan berusaha mengejar pelaku. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena pelaku melarikan diri dengan cepat. Saksi mengaku tidak berani melakukan pengejaran lebih jauh karena khawatir terhadap potensi ancaman keselamatan.
Truk yang dicuri diketahui merupakan kendaraan operasional untuk kegiatan jasa pengiriman barang, sehingga kehilangan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usaha korban.
Pihak kepolisian dari Polsek Tambora telah menerima laporan kejadian dan saat ini tengah melakukan penyelidikan. Rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pelaku telah diamankan sebagai barang bukti, sementara keterangan dari saksi di lokasi juga sedang didalami.
Kasus ini menambah daftar pencurian kendaraan bermotor di wilayah perkotaan, termasuk kendaraan komersial yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha, khususnya di sektor logistik dan distribusi.
Selain kerugian material, insiden ini juga berpotensi mengganggu operasional usaha, termasuk keterlambatan pengiriman barang dan penurunan kepercayaan pelanggan. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan sistem keamanan, baik melalui pengawasan langsung maupun penggunaan perangkat tambahan seperti CCTV dan sistem pengaman kendaraan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan melacak keberadaan kendaraan yang dicuri. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga keamanan kendaraan di area terbuka.











