ORI028 Capai Penjualan Rp 2,71 Triliun di Pekan Pertama, Yulianto Kiswocahyono: Bentuk Gotong Royong Fiskal Masyarakat

banner 468x60

KawanJariNews.com – Jakarta, 10 Oktober 2025 — Antusiasme masyarakat terhadap instrumen investasi pemerintah terus meningkat. Hanya sepekan sejak dibuka pada 29 September 2025, penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri ORI028 telah menembus Rp 2,71 triliun. Pencapaian ini mencerminkan kepercayaan tinggi investor ritel terhadap stabilitas ekonomi nasional serta kredibilitas kebijakan fiskal pemerintah.

Kupon Kompetitif di Tengah Ketidakpastian Global

Pemerintah menawarkan dua tenor pada ORI028, yakni ORI028-T3 dengan imbal hasil tetap 5,35 % per tahun dan ORI028-T6 dengan 5,65 % per tahun. Kedua seri ini memberikan kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah satu kali pembayaran kupon.

Di tengah tren suku bunga deposito yang menurun, kupon ORI028 dinilai cukup menarik. Analis menilai imbal hasil tersebut lebih kompetitif dibandingkan rata-rata bunga deposito nasional yang berada di kisaran 3,5 – 4 %. ORI028 juga menawarkan keamanan penuh karena dijamin oleh Undang-Undang dan APBN.

Digitalisasi Akses SBN Ritel

Penjualan ORI028 dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi seperti BNI, BRI, Mandiri, BCA, Bank BJB, Bareksa, Bibit, dan Tanamduit. Langkah ini memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat agenda inklusi keuangan nasional.

BNI, misalnya, meluncurkan platform digital Wondr by BNI untuk mempermudah nasabah membeli ORI028. Sementara Bank BJB juga mengaktifkan layanan pemesanan melalui laman infobjb.id/sbn, agar masyarakat dapat berinvestasi tanpa harus datang ke kantor cabang.

Kepala Direktorat Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa inovasi digitalisasi pembelian SBN ritel menjadi strategi utama memperluas basis investor domestik. “Kita ingin menjadikan investasi SBN sebagai budaya keuangan masyarakat,” ujarnya.

Dapat Diperdagangkan di Pasar Sekunder

Berbeda dengan SBR atau Sukuk Tabungan yang tidak bisa dijual sebelum jatuh tempo, ORI028 memberikan fleksibilitas lebih tinggi karena dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Investor hanya perlu menunggu masa holding minimal satu bulan setelah penerbitan.

Baca Juga  IWPI Usulkan Revisi UU PPN, Soroti Restitusi Pajak Ekspor Tambang

Dengan strategi waktu yang tepat, investor berpeluang memperoleh capital gain ketika harga obligasi naik di pasar.

Komentar Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP

Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur, Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, menilai keberhasilan penjualan ORI028 merupakan cermin meningkatnya kesadaran publik untuk berkontribusi pada pembiayaan pembangunan nasional.

“Penerbitan ORI028 menunjukkan bahwa pemerintah semakin berhasil memperluas basis pembiayaan domestik. Ketika masyarakat membeli ORI, mereka sebenarnya sedang ikut menanggung beban pembangunan negara dengan cara yang produktif dan menguntungkan,” ujar Yulianto dihubungi di Surabaya, Kamis (9/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa tingginya partisipasi masyarakat melalui SBN ritel berperan penting dalam menjaga kemandirian fiskal nasional.

“Semakin besar porsi utang negara yang dibiayai oleh investor dalam negeri, semakin kuat posisi APBN terhadap tekanan eksternal seperti fluktuasi nilai tukar dan suku bunga global,” tambahnya.

Yulianto juga menilai kupon tetap 5,35 – 5,65 % yang ditawarkan pemerintah masih tergolong kompetitif.

“Dengan risiko rendah dan jaminan negara, ORI bukan hanya instrumen investasi, tetapi juga bentuk gotong royong fiskal masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya literasi keuangan, terutama bagi generasi muda. “Anak muda perlu melihat SBN bukan sekadar surat utang negara, tapi simbol kepercayaan terhadap stabilitas fiskal. Inilah cara cerdas membangun ekonomi nasional dari dalam negeri,” tutupnya.

Peran Strategis dalam Stabilitas Fiskal

Dari sisi makroekonomi, kontribusi SBN ritel terhadap pembiayaan APBN kian signifikan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total penjualan SBN ritel sepanjang 2024 mencapai Rp 165 triliun, meningkat 13 % dibanding tahun sebelumnya. ORI menjadi kontributor utama dengan porsi lebih dari 35 % dari total penjualan.

Kinerja tersebut memperkuat posisi pemerintah dalam menjaga defisit APBN di bawah 3 % PDB, sesuai amanat Undang-Undang Keuangan Negara. Selain itu, peningkatan investor domestik memperkecil ketergantungan pembiayaan dari luar negeri.

Baca Juga  Tiga Titik Aksi Demo 30 September di Jakarta, 5.240 Personel Gabungan Dikerahkan

Kesimpulan

Antusiasme masyarakat terhadap ORI028 membuktikan bahwa instrumen SBN ritel tetap menjadi pilihan utama investasi aman dan berdaya guna bagi pembangunan nasional.

Dengan kemudahan pembelian digital, kupon kompetitif, dan peluang perdagangan di pasar sekunder, ORI028 bukan hanya sarana investasi, tetapi juga medium partisipasi publik dalam menjaga kedaulatan fiskal Indonesia.

Baca juga: Purbaya vs Bahlil: Pertamina Belum Bangun Kilang Baru Sejak 1998

Baca juga: Kejaksaan Agung Periksa Petinggi Google Indonesia dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *