Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis Danantara dalam Optimalisasi Aset Negara

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) pertama Badan Pengelola Investasi Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan pentingnya peran Danantara sebagai lembaga pengelola investasi negara yang bertugas mengoptimalkan pengelolaan aset nasional secara terintegrasi dan profesional.

Acara tasyakuran yang digelar menjelang waktu berbuka puasa tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi terhadap kinerja tahun pertama Danantara sebagai sovereign wealth fund nasional. Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa lembaga tersebut dibentuk untuk memperkuat tata kelola aset negara dan meningkatkan nilai ekonomi dari berbagai perusahaan milik negara.

Menurut Presiden, Danantara memiliki makna strategis sebagai pusat konsolidasi pengelolaan aset negara yang sebelumnya tersebar dalam berbagai entitas usaha. Ia menyoroti kompleksitas struktur perusahaan milik negara yang memiliki banyak anak dan cucu perusahaan, sehingga diperlukan sistem manajemen yang lebih terintegrasi agar pengawasan dan akuntabilitas dapat berjalan secara efektif.

Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian awal kinerja Danantara pada tahun pertama operasionalnya. Ia menyebut adanya peningkatan Return on Asset (ROA) pada tahun 2025 yang menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan aset negara. Meski demikian, Presiden mengingatkan agar seluruh laporan kinerja disusun secara akurat dan transparan, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan ekonomi yang tepat.

Selain itu, Presiden menegaskan bahwa target peningkatan kinerja pengelolaan aset masih harus terus ditingkatkan. Ia menilai pengelolaan investasi negara harus mampu memberikan kontribusi optimal bagi penerimaan negara dan mendukung pembangunan nasional.

Dalam pidato tersebut, Presiden juga menyinggung sejarah pembentukan perusahaan-perusahaan milik negara sejak masa awal kemerdekaan yang didirikan untuk mendukung kebutuhan strategis bangsa, seperti ketahanan pangan, energi, industri farmasi, hingga sektor pendidikan. Namun dalam perkembangannya, struktur organisasi yang semakin kompleks dinilai memerlukan pembaruan sistem tata kelola agar lebih efektif dan efisien.

Baca Juga  Saham Blue Chip Menguat di Tengah Sorotan Purbaya terhadap Saham Gorengan

Presiden menempatkan peran Danantara sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan investasi negara di tengah dinamika ekonomi global. Ia menyebut pengelolaan aset negara harus mampu mendukung pembangunan sektor strategis, termasuk energi terbarukan, pengembangan industri nasional, serta penguatan rantai pasok domestik.

Dalam kerangka tersebut, Danantara diharapkan berperan sebagai investor strategis yang mampu mengarahkan investasi pada sektor-sektor prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Presiden juga menegaskan pentingnya sistem pengawasan yang kuat terhadap pengelolaan investasi negara. Ia menyampaikan bahwa pengawasan terhadap Danantara melibatkan berbagai lembaga negara, termasuk lembaga audit dan pengawasan keuangan, guna memastikan pengelolaan aset berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Menutup pidatonya, Presiden mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga integritas dalam pengelolaan aset negara serta bekerja secara profesional demi kepentingan generasi mendatang. Ia menegaskan bahwa pengelolaan investasi negara harus dilakukan dengan tanggung jawab penuh agar kekayaan nasional dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *