Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik, Kaji Penggunaan CNG sebagai Pengganti LPG 3 Kg

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA — Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat, sekaligus mengkaji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram untuk mengurangi ketergantungan impor energi.

Menteri Investasi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa kebijakan mempertahankan harga BBM bersubsidi, termasuk bensin, solar, dan LPG rumah tangga, dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pembenahan sistem distribusi subsidi agar lebih tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh kelompok yang tidak berhak. Evaluasi ini mencakup penyaluran LPG subsidi yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

Di sisi lain, pemerintah tetap memberlakukan penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax sesuai mekanisme pasar dan fluktuasi harga minyak dunia (ICP), sebagaimana diatur dalam kebijakan Kementerian ESDM.

Usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah tengah mengkaji pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi untuk rumah tangga. Menurutnya, CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar.

Pemerintah saat ini sedang melakukan uji coba pengembangan tabung CNG berukuran kecil setara LPG 3 kilogram. Bahlil menyebut tantangan utama berada pada aspek teknis, khususnya tekanan gas yang mencapai sekitar 200 hingga 250 bar.

“Untuk ukuran 3 kilogram, tabungnya masih dalam tahap uji coba karena tekanannya cukup besar. Dalam dua hingga tiga bulan ke depan kami harapkan sudah ada hasilnya,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, apabila hasil uji coba dinyatakan layak, pemerintah membuka peluang konversi bertahap dari LPG ke CNG untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga  Prabowo: Orang Kaya Pakai Mobil Mewah Bayar BBM Harga Dunia, Kendaraan Listrik Didorong

Secara ekonomi, pemerintah memperkirakan harga CNG dapat lebih rendah dibandingkan LPG karena tidak bergantung pada impor serta memiliki biaya distribusi yang lebih efisien. Selain itu, penggunaan CNG dinilai berpotensi mengurangi beban devisa negara.

Bahlil juga menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi gas alam domestik yang besar, termasuk temuan cadangan baru di Kalimantan Timur yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan energi dalam negeri.

Terkait skema subsidi untuk CNG, pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh, termasuk kemungkinan pemberian subsidi dan besaran volume yang akan ditetapkan.

“Semua masih dikaji, termasuk kemungkinan subsidi dan besaran volumenya,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga menegaskan bahwa tidak ada rencana kenaikan tarif listrik dalam waktu dekat, dan setiap kebijakan akan diumumkan secara resmi melalui saluran pemerintah. 

Kebijakan mempertahankan harga BBM bersubsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika harga energi global. Langkah ini diharapkan dapat menahan laju inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.

Sementara itu, pengembangan CNG sebagai alternatif LPG menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Jika berhasil diimplementasikan, kebijakan ini berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran subsidi sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya energi domestik.

Pemerintah menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan energi, termasuk harga BBM, distribusi subsidi, serta pengembangan energi alternatif seperti CNG, dengan mempertimbangkan kondisi global dan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *