APBN Hingga Agustus 2025 Tunjukkan Stabilitas, Pemerintah Diminta Percepat Belanja

banner 468x60

KawanJariNews.com – Jakarta, 24 September 2025 — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2025 mencatat perkembangan positif.“Pemerintah berhasil menghimpun pendapatan negara sebesar 57,2% dari target tahunan, sementara realisasi belanja negara mencapai 55,6% dari rencana yang ditetapkan. Meski demikian, percepatan belanja perlu dilakukan agar keseimbangan primer tercapai sesuai target awal,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (23/9/2025).

Menurut Purbaya, APBN menunjukkan tren stabil, dengan capaian pendapatan yang cukup baik di tengah tantangan global.“Namun, serapan belanja pemerintah yang masih di bawah 60% membuat efektivitas stimulus fiskal perlu dioptimalkan pada sisa tahun berjalan,” tegasnya.

Purbaya menegaskan bahwa Kementerian Keuangan sebagai pengelola fiskal menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan APBN.“Kami juga melihat peran Bank Indonesia yang mendukung melalui kebijakan moneter sinkron, termasuk penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada September 2025,” jelasnya.

Purbaya menjelaskan bahwa data kinerja fiskal ini merupakan realisasi hingga Agustus 2025. “Outlook-nya positif dan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun, sesuai proyeksi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal,” katanya. 

Dalam keterangannya, Purbaya menyebutkan bahwa kinerja APBN berdampak pada stabilitas ekonomi domestik.“Ekonomi kita tetap resilien meski dipengaruhi perlambatan global, fluktuasi harga komoditas, dan tensi geopolitik. Jawa masih menjadi penyumbang utama PDB nasional, sementara daerah lain menunjukkan variasi pertumbuhan berbeda,” ujarnya.

Purbaya menilai bahwa kondisi global penuh risiko, mulai dari perang dagang AS–Tiongkok, fluktuasi harga energi, hingga ketidakpastian pasar keuangan.“Keberhasilan menjaga stabilitas APBN menjadi kunci kepercayaan investor. Bahkan IMF merevisi proyeksi pertumbuhan Indonesia menjadi 4,8% pada 2025. Ini menandakan optimisme internasional terhadap ketahanan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Baca Juga  Konferensi Pers Kasus Beras Tidak Sesuai Standar Mutu Oleh Bareskrim Polri

Menurut Purbaya, outlook keuangan 2025–2026 diproyeksikan tetap positif.“Target defisit APBN sebesar 1,35% dari PDB masih realistis. Pemerintah menargetkan investasi nasional 2026 mencapai Rp7.450 triliun, dengan kontribusi terbesar dari sektor swasta. Fokus kami adalah mempercepat belanja, memperkuat cadangan devisa, serta mengoptimalkan peran sektor keuangan dan investasi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” paparnya.

Secara keseluruhan, Purbaya menegaskan bahwa stabilitas APBN hingga Agustus 2025 mencerminkan keberhasilan kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi.“Namun, percepatan belanja pemerintah tetap menjadi langkah penting untuk menjaga momentum pertumbuhan dan daya dorong ekonomi nasional,” tutupnya.

Baca juga: KPK Telusuri Peran ‘Juru Simpan’ dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Baca juga: KADIN Jawa Timur Angkat Isu Pajak Minimum Global, Yulianto Kiswocahyono Jadi Narasumber Diskusi Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *