Data Sementara: 14 Bangunan dan Musholla Terdampak Kebakaran Pasar Lama Banjarmasin

banner 468x60

KawanJariNews.com – BANJARMASIN — Pendataan sementara pascakebakaran di kawasan Jalan Pasar Lama Laut, RT 02/RW 01, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mencatat sedikitnya 14 lokasi tempat tinggal dan usaha warga serta Musholla Arrahman terdampak. Data tersebut mencakup bangunan yang digunakan untuk berdagang sekaligus tempat tinggal sejumlah keluarga.

Dari pendataan sementara yang diterima redaksi, sejumlah lokasi terdampak dihuni warga dengan jumlah kepala keluarga dan jiwa yang berbeda. Salah satunya tempat tinggal sekaligus warung makan milik H. Sabri yang tercatat dihuni dua kepala keluarga dengan total lima jiwa.

Lokasi milik Hj. Aluh juga masuk dalam pendataan. Tempat tersebut disebut digunakan untuk kegiatan usaha oleh Jakiah, sementara Jesmarah menjalankan usaha penjualan sayur sekaligus menempati lokasi. Data sementara mencatat satu kepala keluarga dengan empat jiwa di lokasi tersebut.

Sejumlah tempat usaha lain yang terdampak antara lain milik H. Udin yang berjualan beras dan Hj. Makiah yang menjalankan usaha penjualan daging.

Pendataan juga mencatat tempat tinggal Hatna yang dihuni dua kepala keluarga dengan empat jiwa serta tempat tinggal H. Amid yang dihuni dua kepala keluarga dengan lima jiwa. Sementara tempat tinggal Fathansyah tercatat dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa.

Selain bangunan yang menjadi tempat tinggal dan usaha, area parkir kendaraan roda dua milik Yoyo juga tercatat terdampak. Lokasi usaha Hj. Haniah serta tempat usaha Hendara yang tercatat menjual penganan turut masuk dalam daftar sementara.

Bangunan milik Hj. Sriati juga terdampak. Data sementara mencatat satu kepala keluarga dengan satu jiwa menempati lokasi tersebut, sedangkan bagian depan bangunan disewakan untuk usaha penjualan daging.

Baca Juga  Pemerintah Kalurahan Nglegi Akui Keterbatasan Anggaran Tangani Longsor RT 31 Dusun Karang

Lokasi lainnya adalah tempat tinggal Fauji yang dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa. Sementara itu, Rido tercatat menjalankan usaha di bagian belakang lokasi yang ditempati Nor Aida, dengan dua jiwa berada di tempat tersebut.

Di luar bangunan tempat tinggal dan usaha warga, Musholla Arrahman juga tercatat sebagai salah satu bangunan yang terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Data yang dihimpun tersebut masih merupakan data sementara. Dengan demikian, jumlah lokasi terdampak, jumlah kepala keluarga, jumlah jiwa, serta tingkat kerusakan masing-masing bangunan masih dapat berubah setelah dilakukan verifikasi dan pendataan lanjutan.

Dari data sementara tersebut terlihat bahwa dampak kebakaran tidak hanya menyentuh aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Lama, tetapi juga tempat tinggal warga. Sejumlah bangunan memiliki fungsi ganda sebagai tempat usaha sekaligus hunian.

Kondisi tersebut membuat pendataan terhadap warga terdampak menjadi bagian penting dalam penanganan pascakebakaran, terutama untuk memastikan jumlah penghuni, kebutuhan warga, serta kerusakan tempat usaha dan tempat tinggal.

Hingga berita ini diterbitkan, KawanJariNews.com belum memperoleh data final mengenai nilai kerugian material maupun hasil pemeriksaan mengenai penyebab kebakaran. Informasi tersebut masih menunggu hasil verifikasi pihak terkait.

Redaksi akan memperbarui data apabila terdapat pendataan resmi terbaru mengenai jumlah bangunan terdampak, warga yang terdampak, kerugian material, maupun hasil pemeriksaan penyebab kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *