Kecelakaan Maut di Bundaran Palm Banjarbaru, Mahasiswi UIN Antasari Meninggal Dunia di Tempat

banner 468x60

KawanJariNews.com – BANJARBARU – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di kawasan Bundaran Palm, Jalan Trikora, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (8/4/2026) siang. Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian usai mengalami luka berat setelah terlibat kecelakaan saat mengendarai sepeda motor matic Honda Genio warna hitam bernomor polisi DA 4638 FF.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui merupakan seorang mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin, Fakultas Tarbiyah, jurusan Ilmu Perpustakaan, berusia sekitar 20 tahun. Korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara akibat luka berat yang dialaminya dalam insiden tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu siang, 8 April 2026, di Bundaran Palm yang berada di ruas Jalan Trikora, salah satu jalur yang dikenal cukup padat di wilayah Kota Banjarbaru. Hingga berita ini disusun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti kecelakaan.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan data awal, memeriksa kondisi di sekitar lokasi, serta mendokumentasikan posisi kendaraan korban. Setelah proses awal dilakukan, korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru untuk penanganan lebih lanjut.

Dari keterangan yang dihimpun di lapangan, kawasan Bundaran Palm dan ruas Jalan Trikora disebut kerap dilintasi kendaraan berukuran besar, termasuk truk, yang melintas di jalur perkotaan. Selain itu, di sekitar lokasi juga ditemukan adanya kendaraan yang parkir di bahu jalan, yang dinilai dapat memengaruhi kelancaran arus lalu lintas serta mengurangi ruang gerak pengguna jalan lain.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai apakah kendaraan lain terlibat langsung dalam kecelakaan tersebut, termasuk kemungkinan faktor kelalaian, kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, maupun keberadaan kendaraan berat di sekitar lokasi saat insiden terjadi. Karena itu, seluruh informasi mengenai penyebab kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan resmi aparat penegak hukum.

Baca Juga  Banjir Rendam Kawasan Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Genangan Capai 80 Sentimeter

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan berlalu lintas di kawasan perkotaan yang padat kendaraan, terutama pada ruas jalan yang menjadi jalur perlintasan kendaraan besar. Bundaran Palm dan Jalan Trikora diketahui merupakan salah satu titik lalu lintas aktif yang dilalui kendaraan roda dua, mobil pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik, sehingga memerlukan pengawasan dan penataan lalu lintas yang optimal.

Warga di sekitar lokasi berharap ada perhatian lebih dari pihak terkait terhadap pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut. Salah satu aspirasi yang muncul adalah perlunya evaluasi terhadap jam operasional kendaraan berat yang melintas di area perkotaan, khususnya pada jam-jam sibuk aktivitas masyarakat di siang hari. Harapan tersebut disampaikan untuk meminimalkan potensi gangguan lalu lintas sekaligus menekan risiko kecelakaan yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Selain pengaturan kendaraan berat, keberadaan kendaraan yang parkir di bahu jalan juga dinilai perlu menjadi perhatian karena dapat mempersempit badan jalan dan berpotensi menimbulkan titik rawan kecelakaan. Penataan ruang lalu lintas yang lebih disiplin, disertai pengawasan rutin, dinilai penting agar jalur strategis seperti Jalan Trikora tetap aman bagi seluruh pengguna jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih mendalami seluruh unsur kejadian, termasuk memeriksa kondisi lokasi, kemungkinan saksi di sekitar TKP, serta faktor-faktor lain yang berkaitan dengan insiden tersebut. Keterangan resmi dari aparat masih ditunggu untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh dan akurat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur padat, terutama di kawasan bundaran dan ruas jalan yang kerap dilalui kendaraan besar. Sementara itu, masyarakat berharap hasil penyelidikan dapat segera diumumkan agar penyebab kecelakaan dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi bersama dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas di Kota Banjarbaru.

Baca Juga  Polisi Tangkap Dua Tersangka Pembunuhan dan Mutilasi Karyawan Ayam Geprek di Bekasi, Ditangkap Saat Bersembunyi di Majalengka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *