KawanJariNews.com – BOGOR – Arus lalu lintas menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami kepadatan signifikan pada Senin, 23 Maret 2026 atau H+2 Lebaran 1447 Hijriah. Sejak pagi, polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) lebih awal dari arah Jakarta menuju Puncak untuk mengurai lonjakan kendaraan wisatawan.
Kepadatan kendaraan menuju Jalur Puncak mulai terpantau sejak pagi hari di kawasan Simpang Gadog dan ruas akses dari Gerbang Tol Ciawi. Peningkatan volume kendaraan pada H+2 Lebaran disebut terjadi cukup tajam dibandingkan hari sebelumnya. Hingga pukul 08.00 WIB, tercatat sekitar 7.000 kendaraan telah melintas dari Gerbang Tol Ciawi menuju Puncak melalui Tol Jagorawi.
Lonjakan arus kendaraan ke arah Puncak dilaporkan mencapai sekitar 35 persen dibandingkan hari sebelumnya. Karena itu, rekayasa lalu lintas one way dari arah Jakarta menuju Puncak mulai diterapkan sejak pukul 07.00 WIB, lebih cepat dibanding pola sehari sebelumnya yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Polisi juga mengerahkan sekitar 200 personel di sepanjang Jalan Raya Puncak untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
Pada momentum H+2 Lebaran, total volume kendaraan yang melintasi Jalur Puncak disebut telah mencapai sekitar 80 ribu kendaraan, baik dari arah Jakarta menuju Puncak maupun sebaliknya. Angka tersebut menjadi dasar traffic counting aparat untuk menentukan pola rekayasa lalu lintas lanjutan, termasuk kemungkinan perubahan arus saat kendaraan mulai bergerak turun dari kawasan Puncak menuju Jakarta.
Pola buka-tutup Jalur Puncak pada Senin (23/3/2026) juga masih bersifat situasional, menyesuaikan kondisi lapangan dan volume kendaraan. Secara umum, prioritas one way diberlakukan untuk arus naik ke Puncak pada rentang 07.00–12.00 WIB, sedangkan arus turun ke arah Jakarta diperkirakan mulai diprioritaskan pada 12.30–18.00 WIB. Namun, waktu tersebut dapat berubah lebih cepat atau lebih lambat sesuai kepadatan aktual di lapangan.
Pengaturan lalu lintas di Jalur Puncak pada hari ini tetap mengacu pada hasil pemantauan real time petugas di lapangan. Dalam pengalaman pengaturan sebelumnya, penutupan jalur tidak selalu berlangsung kaku sesuai jadwal. Jalur keluar tol menuju arah Puncak yang semula diperkirakan ditutup pada pukul 12.30 WIB dapat tetap dibuka apabila arus turun menuju Tol Jagorawi masih relatif sepi. Sebaliknya, ketika arus meningkat menjelang sore, kemacetan dapat bergeser ke jalur turun menuju Jagorawi, sehingga sebagian pengendara memilih memutar melalui Kota Bogor yang dinilai lebih lancar.
Pihak yang melakukan pengaturan lalu lintas adalah Satlantas Polres Bogor bersama unsur pengamanan di lapangan. Rekayasa one way diberlakukan karena tingginya minat masyarakat memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata ke kawasan Puncak, yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit warga Jabodetabek. Lonjakan arus kendaraan dari Tol Jagorawi, jalur arteri Ciawi, hingga Simpang Gadog menyebabkan antrean kendaraan mengular dan bergerak lambat, sehingga diperlukan pengalihan pola lalu lintas untuk mencegah kepadatan yang lebih parah.
Kepolisian juga menegaskan bahwa pola one way selanjutnya, termasuk kapan arus turun dari Puncak diprioritaskan, akan terus menyesuaikan hasil penghitungan kendaraan per jam. Masyarakat diminta memantau informasi resmi dari Polres Bogor agar tidak terjebak perubahan arus yang bersifat dinamis.
Kepadatan di Jalur Puncak pada H+2 Lebaran menunjukkan bahwa arus wisata pasca-Idulfitri masih sangat tinggi, terutama dari wilayah Jabodetabek menuju Bogor dan sekitarnya. Dengan kondisi ini, potensi kemacetan diperkirakan masih berlanjut hingga siang dan sore hari, terutama saat arus balik dari kawasan wisata menuju Jakarta mulai meningkat. Rekayasa lalu lintas berupa one way, buka-tutup jalur, dan pengalihan kendaraan kemungkinan tetap diterapkan secara fleksibel sesuai perkembangan situasi lapangan.
Bagi pengguna jalan yang hendak menuju atau keluar dari kawasan Puncak, kondisi hari ini menunjukkan pentingnya memantau jadwal rekayasa lalu lintas secara berkala. Jalur alternatif melalui Kota Bogor atau penyesuaian jam keberangkatan dapat menjadi pertimbangan untuk menghindari kepadatan pada jam-jam puncak, terutama ketika arus naik dan turun saling bergantian dikendalikan petugas.
Hingga Senin siang, situasi lalu lintas di Jalur Puncak, Bogor, masih dipengaruhi lonjakan kendaraan wisatawan pada H+2 Lebaran. Polisi telah memberlakukan one way lebih awal sejak pukul 07.00 WIB dari arah Jakarta menuju Puncak, dengan volume kendaraan yang terus meningkat sejak pagi. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas dan memantau informasi resmi kepolisian karena pola buka-tutup jalur dan sistem satu arah diberlakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.










