Anak Siswa Kelas 6 SD yang Tenggelam di Sungai Kayu Tangi, Ditemukan

banner 468x60

KawanJariNews.com – BANJARMASIN – Seorang anak laki-laki bernama Furqon, siswa kelas 6 sekolah dasar yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Kayu Tangi, kawasan Perumnas Kayu Tangi, Parak Pasar Kasturi, tepatnya sebelum Jembatan Kayu Tangi 2, Banjarmasin, akhirnya ditemukan pada Jumat (20/3/2026). Korban ditemukan setelah proses pencarian yang dilakukan sejak Kamis pagi (19/3/2026) oleh warga, relawan, dan aparat kepolisian, sebelum kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa tersebut bermula ketika korban dilaporkan tenggelam saat berada di sekitar aliran sungai di kawasan Perumnas Kayu Tangi, Parak Pasar Kasturi, pada Kamis pagi (19/3/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban merupakan seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Menurut informasi awal yang dihimpun di lokasi kejadian, korban diduga tenggelam saat sedang bermain di sungai bersama teman-temannya. Dalam dokumentasi video wawancara yang sempat beredar, sejumlah teman korban tampak panik dan mengaku tidak sempat memberikan pertolongan saat insiden terjadi.

Setelah kejadian diketahui, warga sekitar segera bergerak bersama relawan dan aparat kepolisian untuk melakukan pencarian di sepanjang bantaran sungai. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir area perairan, aliran sungai, serta sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.

Pada hari pertama pencarian, yakni Kamis (19/3/2026), korban belum berhasil ditemukan. Saat itu, tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian lanjutan di sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian yang melibatkan unsur masyarakat, relawan, dan kepolisian terus berlangsung hingga memasuki hari berikutnya.

Memasuki Jumat (20/3/2026), korban akhirnya berhasil ditemukan. Setelah ditemukan, tim gabungan segera melakukan proses evakuasi di lokasi. Korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga  Mekanisme Penanggulangan Bencana di Tingkat Desa: Peran Desa dan Dasar Hukumnya

Dari rangkaian informasi yang dihimpun, peristiwa ini dikonfirmasi sebagai insiden tenggelam yang terjadi saat korban bermain di sekitar aliran Sungai Kayu Tangi. Lokasi kejadian diketahui berada di kawasan permukiman yang memiliki akses langsung ke sungai dan kerap menjadi tempat bermain anak-anak.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada saat proses pencarian berlangsung, area sungai di kawasan tersebut memang diketahui sering digunakan anak-anak untuk bermain. Kondisi ini menjadi perhatian warga karena aktivitas di sekitar perairan dinilai memiliki risiko tinggi apabila dilakukan tanpa pengawasan langsung dari orang tua atau orang dewasa.

Keterlibatan warga, relawan, dan aparat kepolisian dalam proses pencarian menunjukkan respons cepat di lapangan terhadap kejadian tersebut. Penyisiran dilakukan secara intensif sejak korban dilaporkan hilang hingga akhirnya berhasil ditemukan pada hari berikutnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai, terutama di kawasan permukiman yang memiliki bantaran terbuka dan akses langsung ke aliran air. Sungai yang kerap menjadi ruang bermain bagi anak-anak pada saat yang sama juga menyimpan potensi bahaya, baik karena arus, kedalaman air, maupun kondisi dasar sungai yang tidak selalu aman.

Selain itu, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan kolektif di lingkungan bantaran sungai. Pengawasan dari keluarga, kepedulian warga sekitar, serta edukasi mengenai bahaya bermain di area perairan terbuka dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Dengan ditemukannya korban, proses pencarian terhadap Furqon dinyatakan berakhir. Korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan diserahkan kepada pihak keluarga. Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar keselamatan anak-anak di lingkungan sungai dapat lebih diperhatikan, khususnya dengan memastikan anak tidak bermain atau berenang di sekitar perairan tanpa pendampingan.

Baca Juga  Wanita Terluka Usai Terjatuh dari Fly Over Gatot Subroto Banjarmasin, Polisi Lakukan Penyelidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *