Terombang-ambing di Laut: 99 Wisatawan Dievakuasi dari Kapal Mati Mesin di Kepulauan Seribu

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta – Sebanyak 99 wisatawan yang sedang menuju Pulau Panggang dan Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, mengalami insiden menegangkan setelah kapal motor yang mereka tumpangi mendadak mati mesin dan terombang-ambing di tengah laut. Peristiwa ini terjadi di sekitar perairan Pulau Sekati dan sempat menimbulkan kepanikan di antara penumpang sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan.

Sebuah kapal motor bernama Rindu Alam mengalami kerusakan mesin saat membawa rombongan wisatawan dari Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, menuju destinasi wisata Pulau Panggang dan Pulau Pramuka. Baling-baling kapal diketahui tersangkut jaring ikan, menyebabkan mesin mati mendadak dan kapal terombang-ambing selama kurang lebih 30 menit di perairan terbuka.

Sebanyak 99 wisatawan berada di atas kapal saat insiden terjadi. Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan kondisi darurat. Berkat respons cepat, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan melanjutkan perjalanan ke pulau tujuan mereka.

Kejadian berlangsung pada awal pekan ini di sekitar perairan Pulau Sekati, Kepulauan Seribu. Kapal berangkat dari Pelabuhan Kali Adem dan mengalami insiden di tengah perjalanan sebelum mencapai Pulau Panggang.

Berdasarkan laporan awal, penyebab utama gangguan mesin adalah baling-baling kapal yang tersangkut jaring ikan. Masalah ini mengakibatkan kapal kehilangan tenaga dan terombang-ambing di tengah laut, memicu kepanikan di antara para wisatawan yang khawatir akan keselamatan mereka.

Petugas Gulkarmat Jakarta Utara segera merespons laporan kejadian dan mengirimkan armada bantuan ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung cepat dan terkendali. Seluruh 99 wisatawan berhasil dievakuasi tanpa mengalami luka-luka. Mereka kemudian dibawa ke Pulau Panggang dan Pulau Pramuka sesuai dengan tujuan semula.

Baca Juga  Kebakaran Hebat Landa Pasar Taman Puring, Ratusan Kios Hangus Terbakar

Insiden kapal wisata Rindu Alam menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan pelayaran, terutama dalam sektor wisata yang melibatkan banyak penumpang. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi teknis kapal serta pemantauan navigasi dan perairan perlu diperketat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional kapal wisata di kawasan Kepulauan Seribu.

Baca juga: Ambulans Diduga Curian Ditemukan Terparkir di Depok, Warga Langsung Laporkan ke Polisi

Baca juga: Gubernur Jawa Timur Nyatakan Siap Diperiksa KPK Terkait Dana Hibah APBD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *