KawanJariNews.com – PATI — Ketua Umum DPP Organisasi Advokat Paralegal FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., memberikan penilaian positif terhadap kiprah Adv. Mustaqim, S.H., S.Hum., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC FERADI WPI Kabupaten Pati dan Kepala Divisi DPP FERADI WPI, sekaligus mengembangkan Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan Cabang Pati.
Menurut Donny, Mustaqim merupakan salah satu kader FERADI WPI yang menunjukkan perkembangan cukup signifikan dalam perjalanan profesinya sebagai advokat. Pengalaman organisasi dan keterlibatannya dalam pendampingan berbagai persoalan hukum dinilai menjadi bagian dari proses pembentukan kapasitas serta karakter profesional Mustaqim.
Donny menyebut, Mustaqim memiliki keberanian dalam menghadapi perkara-perkara yang menurutnya memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Penilaian tersebut didasarkan pada pengamatan Donny terhadap perjalanan Mustaqim selama berada dalam lingkungan FERADI WPI dan proses pembinaan yang dijalani selama ini.
Singanya FERADI WPI Pati
Salah satu penilaian yang disampaikan Donny terhadap Mustaqim adalah julukan “The Tiger of FERADI WPI” atau “Singanya FERADI WPI Pati.”
Menurut Donny, julukan tersebut menggambarkan karakter Mustaqim yang dinilainya memiliki keberanian, ketegasan, loyalitas, serta kemauan untuk menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan pendampingan hukum.
“Mustaqim ini saya melihatnya sebagai orang yang berani. Makanya saya menyebut dia sebagai ‘Singanya FERADI WPI Pati’. Dia punya keberanian dan kemauan untuk terus belajar menghadapi perkara-perkara yang berat dan rumit,” demikian penilaian Donny terhadap Mustaqim.
Menurut Donny, keberanian tersebut perlu terus diimbangi dengan peningkatan pengetahuan hukum, kecermatan dalam menganalisis perkara, penguasaan strategi pendampingan, serta kepatuhan terhadap hukum dan kode etik profesi advokat.
Pengalaman Menangani Beragam Persoalan Hukum
Donny juga menilai bahwa perjalanan profesional Mustaqim telah memberikan pengalaman dalam menghadapi berbagai jenis persoalan hukum.
Menurut Donny, sejumlah perkara yang pernah menjadi bagian dari pengalaman Mustaqim antara lain perkara narkotika, persoalan yang berkaitan dengan dugaan kriminalisasi, sengketa bisnis, sengketa penguasaan lahan, perkara waris, serta berbagai persoalan hukum lainnya.
Namun, Donny menekankan bahwa proses tersebut harus dipandang sebagai bagian dari perjalanan pembentukan seorang advokat. Menurutnya, kemampuan menangani perkara tidak hanya ditentukan oleh keberanian, tetapi juga oleh kemampuan memahami fakta, menguasai aspek hukum, menyusun strategi, dan mempertanggungjawabkan setiap langkah secara profesional.
“Yang saya lihat dari Mustaqim adalah keberaniannya untuk terus maju dan belajar. Perkara berat jangan membuat seorang advokat mundur sebelum memahami persoalannya. Tetapi keberanian itu harus tetap disertai ilmu, strategi dan tanggung jawab,” ujar Donny.
Kader yang Terus Dibina
Sebagai Ketua Umum DPP FERADI WPI, Donny mengatakan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab untuk memberikan arahan dan pembinaan kepada jajaran organisasi, termasuk para advokat yang berada di tingkat daerah.
Menurut Donny, Mustaqim merupakan salah satu kader yang selama ini mendapatkan proses pembinaan tersebut. Pengalaman dan arahan yang diberikan, menurutnya, dimaksudkan untuk membentuk mentalitas advokat yang berani, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki loyalitas terhadap organisasi.
Donny menilai proses pembinaan tidak dapat dilakukan hanya melalui teori. Seorang advokat juga membutuhkan pengalaman langsung, kesempatan menghadapi berbagai persoalan, serta pendampingan dari advokat yang lebih berpengalaman.
Karena itu, Donny berharap Mustaqim terus mengembangkan kapasitasnya dan tidak berhenti belajar dalam menjalankan profesi advokat.
Aktif Memperkuat Organisasi di Pati
Selain memberikan penilaian terhadap kiprahnya sebagai advokat, Donny juga mengapresiasi aktivitas Mustaqim sebagai Ketua DPC FERADI WPI Kabupaten Pati.
Menurut Donny, seorang pimpinan DPC memiliki tanggung jawab untuk membangun komunikasi dengan anggota, menjaga soliditas organisasi, serta memperkuat struktur di wilayah masing-masing.
Aktivitas Mustaqim dalam melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan jajaran DPC FERADI WPI Pati dinilai Donny sebagai bagian dari proses membangun organisasi yang lebih solid.
“Ketua DPC harus hadir untuk anggotanya. Organisasi tidak cukup hanya dengan nama dan struktur. Harus ada komunikasi, kebersamaan dan kepedulian. Itu yang terus saya tekankan kepada jajaran,” kata Donny.
Menurutnya, kepemimpinan dalam organisasi advokat juga membutuhkan keteladanan. Ketegasan diperlukan ketika menghadapi persoalan, tetapi tetap harus dibarengi kepedulian terhadap anggota dan lingkungan organisasi.
Membangun Eksistensi Firma Hukum di Pati
Donny juga menyambut positif langkah Mustaqim dalam mengembangkan Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan Cabang Pati.
Menurut Donny, keberadaan kantor cabang di daerah dapat menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan profesional sekaligus mendekatkan layanan hukum kepada masyarakat.
Ia berharap pengembangan tersebut dapat berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas profesional Mustaqim sebagai advokat serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan informasi maupun pendampingan hukum.
Bagi Donny, pengembangan jaringan hukum di daerah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem advokasi dan membuka ruang bagi para advokat untuk berkembang sesuai kompetensi masing-masing.
Berani, Tetapi Tetap Mengandalkan Prinsip
Dalam memberikan pembinaan kepada jajaran FERADI WPI, Donny mengaku selalu menekankan pentingnya keberanian dalam menjalankan profesi.
Menurutnya, advokat tidak boleh mudah takut menghadapi tekanan atau persoalan selama menjalankan tugasnya secara benar dan sesuai koridor hukum.
Namun, keberanian tersebut tidak berarti bertindak tanpa perhitungan. Menurut Donny, seorang advokat harus memahami batas-batas hukum, menghormati kode etik profesi, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang dilakukan.
Prinsip tersebut pula yang menurut Donny terus ia tanamkan kepada Mustaqim selama proses pembinaan di FERADI WPI.
Apresiasi Donny untuk Mustaqim
Donny menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Mustaqim dan berharap kader FERADI WPI tersebut dapat terus meningkatkan kemampuan serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Menurut Donny, perjalanan menjadi advokat merupakan proses panjang yang membutuhkan keberanian, pengalaman, pembelajaran, disiplin, dan ketekunan.
“Mustaqim masih terus berproses. Saya melihat ada keberanian dan kemauan yang kuat. Tugas saya sebagai senior dan Ketua Umum adalah membimbing dan mengarahkan supaya potensi itu berkembang dengan baik,” ujar Donny.
Ia berharap Mustaqim dapat terus menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta memberikan pendampingan hukum dengan penuh tanggung jawab.
Bagi Donny, julukan “Singanya FERADI WPI Pati” bukan sekadar sebutan, tetapi menjadi bentuk apresiasi terhadap karakter keberanian yang menurutnya dimiliki Mustaqim.
Pada saat yang sama, Donny menegaskan bahwa keberanian seorang advokat harus selalu berjalan bersama dengan ilmu, integritas, profesionalitas, etika, dan tanggung jawab.
Dengan dukungan organisasi, pengalaman lapangan, serta proses pembinaan yang terus berjalan, Donny berharap Mustaqim dapat semakin matang dalam menjalankan profesinya dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat di Kabupaten Pati maupun dalam lingkup organisasi FERADI WPI.
















