Istana Kembalikan Kartu Liputan Jurnalis CNN Indonesia, Tegaskan Komitmen Kebebasan Pers

banner 468x60

KawanJariNews.com – Jakarta, 29 September 2025 – Setelah sempat menimbulkan sorotan publik, kartu liputan Istana milik jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia, akhirnya dikembalikan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden. Kejadian pencabutan pada akhir pekan lalu sempat memicu ketegangan dan pertanyaan serius mengenai komitmen pemerintah terhadap kebebasan pers.

Kepala BPMI menegaskan bahwa pencabutan ID dilakukan atas inisiatif pribadi, bukan perintah resmi Presiden, serta menekankan bahwa yang dicabut adalah ID khusus untuk liputan di Istana, bukan identitas pers pribadi Diana. Proses pengembalian dilakukan secara resmi dan disaksikan langsung oleh Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Titin Rosmasari.

Sekretariat Presiden menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang kembali. “Kami sangat menghormati prinsip keterbukaan dan kebebasan pers, sesuai amanat UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers,” demikian keterangan resmi BPMI.

Sekretariat Presiden menegaskan bahwa pers merupakan pilar keempat demokrasi yang harus dijunjung tinggi. Mereka mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi, menjaga semangat kebebasan pers, serta mendukung kerja jurnalis yang profesional, kritis, dan akuntabel.

Pihak Istana menyampaikan terima kasih kepada CNN Indonesia atas kerja sama yang baik, sekaligus memohon maaf atas kejadian pencabutan ID. Mereka menegaskan bahwa Diana Valencia tetap bekerja seperti biasa di CNN Indonesia, dan pertanyaan yang diajukan dalam wawancara sebelumnya dianggap relevan dan penting bagi publik.

Perwakilan Dewan Pers menegaskan pentingnya menjamin kemerdekaan pers, termasuk di lingkungan Istana. Dewan Pers mengingatkan bahwa kebebasan pers adalah bagian dari hak asasi manusia, sehingga setiap pembatasan terhadap kerja jurnalistik harus dicegah. “Insiden ini menjadi pelajaran agar komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dan media diperkuat,” tegasnya.

Baca Juga  Jurnalis Media Patroli 86 Diduga Diintimidasi Saat Peliputan, Redaksi Sampaikan Pendapat

Sekretariat Presiden dan Dewan Pers menekankan bahwa kejadian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan media. Mereka berharap insiden serupa tidak terjadi lagi dan mengajak jurnalis untuk terus bekerja secara kritis, profesional, dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat dan pembangunan demokrasi yang sehat.

Baca juga: Ketua Umum IWJRI: Pencabutan Kartu Liputan CNN Indonesia Bertentangan dengan UU Pers

Baca juga: Putusan Pengadilan Pajak dan Maknanya: Retur Barang UMKM, Faktur Sederhana, dan Kepastian Hukum PPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *