KawanJariNews.com – SEMARANG – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang menghadiri Rapat Koordinasi Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang di Hotel Metro Park View, Kota Lama Semarang, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mewujudkan Kota Semarang bersih narkoba dan berkelanjutan.
Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Dr. Bambang Parmusinto, S.H., S.IP., M.Si. Kegiatan dipandu oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kota Semarang, Agung Nurul Falaq, S.E., M.A.P., selaku moderator.
Dalam forum tersebut, peserta membahas data sebaran penyalahgunaan narkoba di Kota Semarang selama lima tahun terakhir serta langkah strategis untuk memperkuat pencegahan di tengah masyarakat. Tema yang diusung adalah Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman: Mewujudkan Semarang Bersih Narkoba dan Berkelanjutan.
Dari unsur LDII Kota Semarang, hadir H. Indarwanto, Sukindar, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., serta Achmad Alamsyah. Kehadiran perwakilan organisasi kemasyarakatan dinilai penting sebagai bagian dari dukungan masyarakat sipil dalam pencegahan bahaya narkoba.
Sejumlah narasumber turut memberikan pemaparan, di antaranya dari Polrestabes Semarang Iptu Dyen Indah Aprilia, S.Trk., Staf Ahli Wali Kota Semarang H.M. Ali Maksum, S.E., M.E., serta Maruli Tua Sihaan dari Rumah Pondok Elkana Semarang yang bergerak di bidang rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.
Melalui pertemuan ini, Kesbangpol Kota Semarang mendorong peningkatan koordinasi dengan para penggiat P4GN di berbagai wilayah yang dinilai rawan peredaran narkoba. Selain itu, dibahas pula langkah sinergi antara program Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) dan Kampung Tangguh yang digagas Polrestabes Semarang.
Peserta rapat juga diharapkan aktif menyampaikan laporan kegiatan P4GN pasca pelaksanaan sosialisasi sebagai bahan evaluasi serta penyusunan strategi lanjutan.
Pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya aparat penegak hukum, tetapi juga pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga keluarga.
Melalui koordinasi terpadu, upaya pencegahan diharapkan lebih efektif karena menjangkau tingkat lingkungan, komunitas, dan kelompok rentan. Kota Semarang sebagai kota metropolitan dinilai perlu memperkuat kolaborasi berkelanjutan agar ancaman narkoba dapat ditekan.
Kesbangpol Kota Semarang menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program P4GN. Dengan kolaborasi yang konsisten, diharapkan Kota Semarang dapat mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.













