KawanJariNews.com – Magelang – Mahesa Dhio Syahputra, S.H., seorang profesional hukum dari Kota Magelang, secara resmi mengambil formulir pendaftaran bakal calon legislatif (Caleg) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 melalui sistem daring yang disediakan DPP PSI pada 19 Oktober 2025.
Pengambilan formulir pendaftaran oleh Mahesa Dhio Syahputra dilakukan secara online melalui laman resmi Partai Solidaritas Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari mekanisme rekrutmen terbuka yang tengah dijalankan PSI dalam rangka menjaring calon legislatif untuk Pemilu 2029.
“Saya mengambil formulir pendaftaran secara online sebagai bentuk partisipasi dalam proses politik yang terbuka dan transparan,” ujar Mahesa Dhio Syahputra saat dikonfirmasi, Minggu (19/10/2025).
Ia menambahkan bahwa sistem digital yang disediakan DPP PSI memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi tanpa harus datang langsung ke kantor partai. “Dengan sistem daring ini, prosesnya lebih efisien, mudah diakses, dan mendukung keterbukaan informasi bagi publik,” jelasnya.
Menurut Mahesa, setiap calon pendaftar diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen administratif seperti identitas diri, riwayat pendidikan, serta surat pernyataan kesediaan mengikuti seluruh tahapan seleksi.
“Tahapan seleksi ini akan mencakup pemeriksaan kelengkapan berkas, verifikasi rekam jejak, dan wawancara oleh tim internal partai,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari laman resmi PSI, tahap awal pengambilan formulir merupakan bagian dari agenda rekrutmen nasional partai menjelang Pemilu 2029. Setelah pendaftaran daring ditutup, para calon akan menjalani tahapan verifikasi administrasi dan seleksi lanjutan yang dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan tahun 2026. “Hasil seleksi akhir akan menentukan siapa saja yang layak diusulkan partai ke Komisi Pemilihan Umum (KPU),” jelas pernyataan resmi PSI.
Langkah Mahesa Dhio Syahputra tersebut menjadi bagian dari dinamika awal tahapan politik menuju Pemilu 2029. Melalui pembukaan sistem pendaftaran digital, PSI berupaya memperluas ruang partisipasi publik dan mendorong profesional muda untuk turut serta dalam proses demokrasi.
“Partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik merupakan bentuk kesadaran kolektif untuk membangun pemerintahan yang lebih representatif dan terbuka,” ujar Mahesa Dhio. Ia berharap, sistem rekrutmen berbasis digital yang diterapkan PSI dapat menjadi contoh bagi partai lain dalam menciptakan tata kelola yang modern dan transparan.
Dengan dimulainya tahap pendaftaran bakal calon legislatif secara daring, PSI berharap dapat menjaring calon pemimpin yang kredibel, berintegritas, serta memiliki visi kebangsaan yang kuat. Proses ini diharapkan menjadi langkah awal yang konstruktif menuju Pemilu 2029 yang lebih inklusif, terbuka, dan demokratis.
Baca Juga: Kodim 0605/Subang Gelar Kejuaraan Taekwondo se-Wilayah Pantura Jawa Barat
















