FERADI WPI Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Banjir Bekasi dan Perbatasan Bogor

banner 468x60

kawanjarinews.com – Bekasi, 6 Maret 2025 – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor sejak awal Maret 2025 telah memicu aksi solidaritas dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya adalah FERADI WPI yang terjun langsung ke lokasi terdampak, menyalurkan bantuan bagi warga yang mengungsi akibat tingginya genangan air.

Banjir terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur sejak Senin malam, 3 Maret 2025, disertai meluapnya aliran Kali Bekasi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, sedikitnya 20 titik banjir tersebar di tujuh kecamatan, dengan ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 3 meter. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke posko-posko darurat dan tempat aman lainnya.

Lokasi Terdampak

Wilayah terdampak mencakup tujuh kecamatan di Kota Bekasi, meliputi Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, dan Rawalumbu. Lokasi banjir paling parah antara lain:

  • Bekasi Timur, Gang Mawar terendam 3 meter, Kampung Lengkak 80 sentimeter.
  • Bekasi Utara, Kampung Lebak terendam hingga 180 sentimeter.
  • Jatiasih, Perumahan Bumi Nasio Indah hingga 120 sentimeter dan Pondok Gede Permai lebih dari 3 meter.
  • Rawalumbu, Perumahan Taman Narogong Indah terendam 40 sentimeter.
Doc. Pengurus DPP FERADI WPI menyerahkan secara simbolis bantuan logistik berupa bahan makanan dan kebutuhan pokok untuk warga terdampak banjir di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Bantuan ini merupakan bagian dari program Bhakti Sosial FERADI WPI sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial organisasi di bawah kepemimpinan Advokat Donny Andreti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di posko bencana pada 6 Maret 2025, sebagai wujud nyata sinergi dan kepedulian FERADI WPI terhadap masyarakat yang terdampak musibah banjir. (Foto Dokumentasi: Feradi WPI Official).
Doc. Pengurus DPP FERADI WPI menyerahkan secara simbolis bantuan logistik berupa bahan makanan dan kebutuhan pokok untuk warga terdampak banjir di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Bantuan ini merupakan bagian dari program Bhakti Sosial FERADI WPI sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial organisasi di bawah kepemimpinan Advokat Donny Andreti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di posko bencana pada 6 Maret 2025, sebagai wujud nyata sinergi dan kepedulian FERADI WPI terhadap masyarakat yang terdampak musibah banjir. (Foto Dokumentasi: Feradi WPI Official).

Kepedulian FERADI WPI, Salurkan Bantuan Langsung ke Lapangan

Menanggapi kondisi banjir yang melanda wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, FERADI WPI di bawah kepemimpinan Advokat Donny Andreti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW bergerak cepat mengirimkan tim relawan ke sejumlah wilayah terdampak banjir. Melalui program Bhakti Sosial, FERADI WPI menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, mie instan, pakaian layak pakai, selimut, serta kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan oleh warga di pengungsian.

Pelaksanaan kegiatan Bhakti Sosial ini berawal dari hasil koordinasi internal di tubuh organisasi. Humas DPP FERADI WPI, Revan Pratama Wijaya, S.H., C.PFW, menjelaskan bahwa ide awal muncul dari diskusi bersama jajaran pengurus, yang kemudian berkembang menjadi usulan resmi kepada Waketum 1, Bapak Tri Budi Wahyono, C.S.H., C.PFW, agar FERADI WPI turut serta membantu korban banjir di wilayah Bojong Kulur, Kabupaten Bogor, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Baca Juga  Imlek dan Spirit Kebhinekaan: Merawat Harmoni di Tengah Keberagaman Indonesia

“Sebagai bentuk respons awal, kami sempat memesan 50 kotak makanan dan minuman untuk warga terdampak. Namun, setelah mendapatkan arahan dan dukungan penuh dari Ketua Umum, serta adanya semangat kebersamaan dari seluruh jajaran pengurus dan anggota, kegiatan ini kemudian berkembang menjadi program Bhakti Sosial yang lebih besar dan lebih terorganisir,” ujar Revan.

 

Ketua Umum FERADI WPI, Advokat Donny Andreti, secara langsung menginstruksikan agar seluruh pengurus dan anggota turut berperan aktif, baik dalam proses penggalangan bantuan, pendistribusian logistik, maupun pendampingan warga di lokasi terdampak. Keterlibatan seluruh elemen organisasi diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan serta mempercepat proses distribusi di lapangan.

Melalui sinergi antarjajaran pengurus, anggota, dan relawan, FERADI WPI berkomitmen terus hadir dan tanggap dalam berbagai situasi bencana sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat.

Lebih lanjut, Revan menegaskan bahwa keterlibatan FERADI WPI tidak hanya didorong oleh rasa empati, melainkan juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial organisasi dalam menjalankan fungsi kemanusiaan serta menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“FERADI WPI ingin hadir langsung di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Banjir di wilayah perbatasan Bekasi dan Bogor ini berdampak luas, bukan hanya bagi warga Kota Bekasi, tetapi juga warga Kabupaten Bogor yang tinggal di sekitar Bojong Kulur. Oleh karena itu, posko bantuan dipusatkan di wilayah Jatiasih untuk menjangkau kedua wilayah terdampak sekaligus,” jelas Revan.

Selain menyalurkan bantuan logistik, tim FERADI WPI juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan mendesak di lokasi. Distribusi bantuan dilakukan langsung ke permukiman terdampak dan sebagian diserahkan ke posko bencana di Jatiasih agar dapat dikelola lebih lanjut oleh relawan gabungan. Bantuan disalurkan langsung ke rumah-rumah warga terdampak dan sebagian diserahkan melalui posko bencana BNPB Jatiasih.

Baca Juga  Dampak Ekonomi Ramadhan: Berkah bagi Pedagang Takjil dan UMKM

“Makanan siap saji kami antar langsung ke pemukiman, sementara sembako dan pakaian layak pakai kami titipkan ke posko BNPB untuk didistribusikan lebih lanjut ke RT/RW terdampak,” lanjutnya.

Banjir juga berdampak di wilayah perbatasan, tepatnya di Bojong Kulur, Kabupaten Bogor, yang berbatasan langsung dengan Jatiasih. Hal ini menyebabkan posko bantuan berpusat di Bekasi, mengingat korban terdampak berasal dari kedua wilayah tersebut.

“Korban bencana ini campuran antara warga Bekasi dan Bogor karena lokasi terdampak tepat di perbatasan kedua wilayah. Oleh karena itu, posko utama kami berada di Bekasi untuk memudahkan koordinasi penyaluran bantuan,” jelas Humas DPP FERADI WPI, Revan Pratama Wijaya, S.H., C.PFW.

Menurut Kadiv Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) FERADI WPI, Hj. Dayu Haryadi, C.PFW, kehadiran FERADI WPI di lokasi terdampak diprioritaskan di wilayah terdekat dengan domisili anggota, mengingat kondisi para korban yang membutuhkan bantuan segera.

“Kami mulai turun sejak 6 Maret 2025. Lokasi terdampak dekat dengan domisili kami dan kebutuhan mendesak di sana mendorong kami bergerak lebih dulu. Kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya akses jalan akibat lumpur tebal pasca banjir surut” tutur Hj. Dayu Haryadi.

Respon Positif dan Harapan

Waketum 4 FERADI WPI, M. Jaelani, C.PFW, menambahkan bahwa kegiatan Bhakti Sosial berlangsung hingga malam hari karena antusiasme dan kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi.

“Awalnya kami hanya berencana membagikan makanan. Namun, setelah Ketua Umum memberikan tambahan dana, kami segera belanja bahan makanan dan kebutuhan lainnya. Meski menghadapi tantangan toko-toko tutup akibat banjir, kami tetap semangat karena dorongan empati yang kuat,” papar Jaelani.

Lebih lanjut, Jaelani menekankan bahwa dukungan internal FERADI WPI kepada para relawan sangat terasa. Semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam kegiatan kemanusiaan ini.

Baca Juga  FERADI WPI DPC Kota Semarang Mengucapkan Selamat atas Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Semarang Periode 2025-2030

“Kami percaya bahwa sekecil apapun bantuan, jika dilakukan dengan tulus dan gotong royong, akan memberi dampak positif yang besar. Mari tunjukkan solidaritas karena kita semua bersaudara,” tambahnya.

Tanggapan dan Rencana Lanjutan

Respon masyarakat terdampak sangat positif atas kehadiran FERADI WPI.

 

“Mereka sangat senang dan berterima kasih atas bantuan yang kami berikan. Kami harap bantuan ini dapat meringankan beban mereka,” ujar Revan.

Dalam jangka panjang, FERADI WPI berkomitmen memperkuat program tanggap bencana, edukasi mitigasi, serta membuka layanan pengaduan masyarakat terkait bencana.

“Kami siap menerima aduan masyarakat terkait bencana alam dan akan terus meningkatkan pelayanan, khususnya di wilayah rawan bencana,” tegas Hj. Dayu Haryadi.

Kolaborasi Lintas Pihak

FERADI WPI juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi, pemerintah, dan komunitas lokal dalam penanganan bencana.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas, hingga lembaga kemanusiaan untuk bersatu dan aktif membantu korban bencana. Kepedulian kita bersama menjadi energi besar bagi mereka yang sedang berjuang pulih dari bencana ini,” tutup Donny Andreti.

Baca juga: FERADI WPI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bekasi

Baca juga: Banjir Melanda Kabupaten Bogor, Masyarakat Harapkan Bantuan Pemerintah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *