kawanjarinews.com – Marhaban ya Ramadan, Bulan suci “Ramadan 1446 H” telah tiba, membawa berkah dan kebahagiaan bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai momen ibadah, Ramadan juga menjadi ajang untuk merayakan tradisi unik yang berbeda di setiap negara. Berikut adalah tujuh fakta menarik tentang Ramadan di berbagai belahan dunia:
- Australia: Durasi Puasa Relatif Singkat. Di Australia, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan durasi yang lebih pendek dibandingkan negara lain, yakni sekitar 10 hingga 11 jam. Waktu berbuka puasa di sana bertepatan dengan jam pulang kerja, sehingga banyak umat Muslim berbuka di perjalanan sebelum tiba di rumah.
- Jepang: Menu Berbuka Khas dengan Dorayaki. Di Jepang, umat Muslim biasanya berbuka dengan makanan khas seperti dorayaki. Selain itu, komunitas Muslim di Jepang juga membentuk panitia khusus untuk menyusun kegiatan Ramadan di Japan Islamic Center, termasuk pengajian dan acara berbagi.
- Afrika Selatan: Ramadan sebagai Momen Refleksi dan Dakwah. Di Afrika Selatan, umat Muslim menjalani puasa lebih dari 14 jam di tengah suhu panas yang mencapai 30 derajat Celsius. Ramadan di sana juga dimanfaatkan sebagai ajang dakwah melalui media Islam seperti radio dan publikasi. Selain itu, mereka memiliki tradisi berziarah ke makam keluarga untuk mendoakan leluhur yang telah tiada.
- Mesir: Kota Sejuta Lampu dan Tradisi Lampu Fanous. Saat Ramadan tiba, kota Kairo di Mesir berubah menjadi “kota sejuta lampu.” Warga Mesir memasang lampu tradisional bernama Fanous di rumah mereka sebagai bagian dari tradisi yang telah ada sejak era Dinasti Fatimiyah. Menu khas berbuka yang populer di sana adalah Kunafa, makanan pencuci mulut manis yang digemari banyak orang.
- Rusia: Puasa Hingga 17 Jam. Di Rusia, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan durasi yang cukup panjang, yaitu sekitar 17 jam. Meski begitu, lebih dari 20 juta Muslim di Rusia tetap menjalankan ibadah dengan penuh semangat. Saat berbuka, mereka menyantap makanan khas seperti Kinyash, roti berisi keju, serta Galnas, roti dari gandum.
- Arab Saudi: Tradisi Meriam Ramadan. Di Arab Saudi, tanda masuknya bulan Ramadan dan waktu berbuka ditandai dengan tembakan meriam, sebuah tradisi yang telah berlangsung sejak lama. Selain itu, di Masjidil Haram, ribuan meja makan disiapkan setiap hari untuk berbagi hidangan berbuka puasa bagi para jamaah.
- Indonesia: Tradisi Mudik dan Pasar Takjil. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki berbagai tradisi khas Ramadan, seperti pasar takjil yang ramai di berbagai kota. Selain itu, fenomena mudik atau pulang kampung menjelang Idul Fitri menjadi tradisi yang sangat dinantikan, meskipun sering kali menyebabkan kemacetan panjang dan lonjakan harga tiket transportasi.
Setiap negara memiliki cara unik dalam menyambut dan menjalani Ramadan, namun esensi utamanya tetap sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempererat tali silaturahmi. Ramadan Mubarak.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025
Baca juga: Semarak Pawai Obor Sambut Ramadhan 1446 H di Kebon Kelapa















