Mahasiswa Kalsel Sampaikan Empat Tuntutan kepada Pemprov dan DPRD Kalsel

banner 468x60

KawanJariNews.com – BANJARMASIN – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Senin (15/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyerahkan simbol “kartu kuning” kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan DPRD Kalsel sebagai bentuk peringatan terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan masyarakat.

Aksi yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan itu berlangsung dengan penyampaian orasi dan penyampaian aspirasi terkait sejumlah isu nasional maupun daerah. Beberapa persoalan yang menjadi sorotan dalam demonstrasi tersebut meliputi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), revisi Undang-Undang Polri, serta pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.

Dalam penyampaian aspirasinya, mahasiswa menilai sejumlah kebijakan yang saat ini diterapkan masih memerlukan evaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat. Mereka juga mendorong pemerintah daerah dan DPRD Kalimantan Selatan untuk lebih aktif menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat serta mengawal berbagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Salah seorang peserta aksi menyampaikan bahwa simbol kartu kuning yang diberikan merupakan bentuk peringatan dan kontrol sosial dari kalangan mahasiswa terhadap penyelenggara pemerintahan. Menurutnya, mahasiswa berharap pemerintah dapat lebih responsif terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain itu, mahasiswa menyoroti dampak kenaikan harga BBM yang dinilai berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok dan menambah beban ekonomi masyarakat. Mereka juga meminta agar peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil, menjadi perhatian dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Baca Juga  Mahasiswa Rencanakan Aksi Nasional di Jakarta, Usung Enam Tuntutan Kebijakan Publik

Dalam aksi tersebut, Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, meminta evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Kedua, meminta pembatalan kenaikan harga BBM. Ketiga, menyatakan penolakan terhadap revisi Undang-Undang Polri. Keempat, mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan akses pendidikan.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib hingga kegiatan selesai. Tidak dilaporkan adanya gangguan keamanan maupun insiden selama pelaksanaan aksi berlangsung.

Penyampaian aspirasi melalui demonstrasi merupakan bagian dari hak warga negara yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap berbagai masukan dan tuntutan yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan lembaga legislatif dalam merumuskan kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Hingga aksi berakhir, mahasiswa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai kebijakan publik yang dinilai berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas melalui jalur konstitusional dan mekanisme demokrasi yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *