Jalan Sunset Road, Glogor Carik, dan Beberapa Jalan di Bali Lumpuh Total Akibat Banjir

banner 468x60

KawanJariNews.com – Denpasar, 10 September 2025 Hujan deras yang mengguyur Bali sejak tanggal 8 hingga tanggal 10 September menyebabkan banjir besar di berbagai titik. Sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Sunset Road,Glogor Carik, Jalan Sari Rama, Nakula, dan sekitaran Dewi Sri lumpuh total akibat genangan air yang meluap hingga menutup badan jalan.

Banjir terjadi setelah hujan turun nyaris tanpa henti selama dua hari. Pada tanggal 9 September, hujan mengguyur sejak pagi hingga pagi keesokan harinya dan masih hujan gerimis sampai siang. Akibatnya, saluran air tidak mampu menampung debit air yang sangat tinggi, sehingga meluap ke jalan dan permukiman warga.

Sejumlah kendaraan mogok dan pengendara terpaksa berhenti atau berputar balik. Kemacetan pun tak terhindarkan, terutama di kawasan Sunset Road dan sekitar Simpang Siur yang menjadi jalur padat kendaraan.

Doc. Situasi kemacetan di Jalan Sunset Road, Denpasar. Sejumlah pengendara sepeda motor bahkan terpaksa mengangkat kendaraannya melewati pembatas jalan untuk berputar balik akibat genangan banjir. (Foto Umbu Arfin – KawanJariNews.com).
Doc. Situasi kemacetan di Jalan Sunset Road, Denpasar. Sejumlah pengendara sepeda motor bahkan terpaksa mengangkat kendaraannya melewati pembatas jalan untuk berputar balik akibat genangan banjir. (Foto Umbu Arfin – KawanJariNews.com).

Selain curah hujan yang ekstrem, banjir juga diperparah oleh tumpukan sampah, terutama sampah plastik, yang menyumbat saluran air seperti got dan drainase. Air yang seharusnya mengalir ke sungai justru meluap ke jalan karena salurannya tersumbat.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya kesadaran bersama untuk tidak membuang sampah sembarangan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan kantong plastik dan membawa tas sendiri saat berbelanja, serta memilah dan mengolah sampah rumah tangga secara mandiri.

Perlu perhatian serius dari pemerintah untuk menangani persoalan sistem drainase serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah. Selain itu, dukungan terhadap inovasi warga yang mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar seperti pettasol juga bisa menjadi bagian dari solusi jangka panjang.

Banjir yang terjadi secara luas ini menjadi peringatan bahwa persoalan lingkungan dan tata kelola sampah harus ditangani bersama  antara pemerintah dan masyarakat  agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Baca Juga  Iuran Sampah Dipungut, Sampah Diduga Dibakar di TPA: Warga Desa Kaduagung Soroti Pengelolaan Lingkungan

Baca juga: Pelaporan Ferry Irwandi oleh TNI Menuai Polemik, Usman Hamid Ingatkan Batasan Hukum dan Kebebasan Berpendapat

Baca juga: Baru Mulai Menjabat, Mahasiswa Desak Dicopot Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *