Sekretaris RT Ungkap Detik-Detik Temukan Warga Tewas Bersimbah Darah di Rumah Tigaraksa

banner 468x60

KawanJariNews.com – TANGERANG – Seorang pria bernama Joni (51), warga Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, ditemukan tewas di rumahnya pada Jumat, 6 Maret 2026. Polisi mengungkap kasus tersebut setelah istri korban, Elsa Marlina (25), mendatangi Polresta Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB dan menyerahkan diri terkait peristiwa yang diduga terjadi pada Kamis malam, 5 Maret 2026.

Peristiwa pembunuhan yang menggegerkan warga Kelurahan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, terungkap setelah seorang perempuan bernama Elsa Marlina (25) mendatangi kantor Polresta Tangerang pada Jumat (6/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan Elsa untuk menyerahkan diri tersebut berkaitan dengan kematian suaminya, Joni (51), yang kemudian ditemukan meninggal dunia di rumah mereka.

Berdasarkan informasi awal, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (5/3) sekitar pukul 18.00 WIB di dalam rumah pasangan suami istri tersebut yang berada di kawasan permukiman Tigaraksa. Rumah yang menjadi lokasi kejadian berada di lingkungan padat penduduk, tepatnya di depan lapangan lingkungan RT setempat dan tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Sekretaris RT setempat, Purwanto, mengatakan dirinya pertama kali menerima informasi tentang adanya jenazah pada Jumat sekitar pukul 11.30 WIB dari seorang warga yang melaporkan adanya pria dewasa tergeletak bersimbah darah di dalam rumah tersebut.

“Setelah menerima laporan warga, saya langsung menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut,” ujar Purwanto.

Saat tiba di rumah tersebut, Purwanto menemukan korban dalam posisi tengkurap di atas kasur di kamar tidur utama. Ia menyebutkan bahwa korban tampak bersimbah darah dengan sejumlah luka pada bagian tubuh yang terbuka.

“Saya hanya melihat dari dekat, tidak menyentuh jenazah. Kondisi korban saat itu tengkurap di atas kasur,” katanya.

Baca Juga  Tiga Karyawan Percetakan Diduga Disekap di Ruko Kawasan Senen, Polisi Selamatkan Korban dan Amankan Dua Terduga Pelaku

Purwanto juga menjelaskan bahwa suasana di sekitar rumah saat pertama kali ia datang masih relatif sepi. Keramaian baru terlihat setelah waktu salat Jumat, ketika warga mulai berdatangan dan aparat kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.

Rumah tempat kejadian perkara diketahui berada sekitar dua kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang. Bangunan tersebut berwarna kuning dengan lis hitam dan memiliki luas sekitar 200 meter persegi. Lokasinya berada sedikit masuk dari jalan utama dan berdampingan dengan rumah warga lainnya, sementara bagian depan rumah langsung menghadap ke lapangan lingkungan.

Menurut keterangan warga setempat, korban Joni dikenal sebagai seorang pengusaha yang telah tinggal di lingkungan tersebut sekitar empat tahun terakhir. Ia disebut cukup aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di lingkungan RT.

“Almarhum cukup aktif di kegiatan lingkungan, sering ikut olahraga atau kegiatan warga beberapa kali dalam seminggu,” kata Purwanto.

Sementara itu, Elsa Marlina dikenal sebagai pribadi yang lebih tertutup dan jarang terlihat berinteraksi dengan warga sekitar. Dalam kehidupan sehari-hari, Elsa disebut berperan sebagai ibu rumah tangga dan tidak memiliki pekerjaan formal di luar rumah.

Diketahui pula bahwa Elsa merupakan istri kedua korban. Pasangan tersebut tinggal bersama ibu Elsa di rumah yang menjadi lokasi kejadian. Namun, keberadaan ibu tersebut pada saat peristiwa terjadi belum dapat dipastikan secara jelas oleh warga setempat.

Setelah peristiwa tersebut terungkap, aparat kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis forensik atau visum guna mengetahui penyebab pasti kematian.

Sementara itu, Elsa Marlina langsung diamankan oleh pihak kepolisian di Polresta Tangerang untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

Baca Juga  Pasien RSUD Banten Tertahan Kepulangan karena Tagihan Denda BPJS Rp5,4 Juta

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat karena terjadi di kawasan permukiman yang relatif ramai dan tidak jauh dari pusat pemerintahan daerah. Meski demikian, warga mengaku tidak mendengar keributan pada malam kejadian, yang diduga karena kondisi cuaca hujan serta karakter pasangan tersebut yang dikenal menjaga privasi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, peristiwa ini juga menimbulkan perhatian mengenai dinamika kehidupan rumah tangga yang tidak selalu terlihat dari lingkungan sekitar. Warga setempat menyebut tidak pernah mengetahui adanya konflik terbuka di antara pasangan tersebut selama mereka tinggal di lingkungan itu.

Hingga saat ini, motif di balik dugaan pembunuhan tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Aparat masih mengumpulkan bukti dan keterangan guna mengungkap secara lengkap latar belakang peristiwa yang menewaskan korban.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan kronologi dan motif di balik kematian Joni di rumahnya di Tigaraksa. Sementara itu, Elsa Marlina yang telah menyerahkan diri kepada polisi saat ini berada dalam pemeriksaan guna mendalami keterlibatannya dalam peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *