SABDATARA Rencanakan Festival Mahamandala Pencak Silat Nusantara 2026, Dua Lokasi di Jabodetabek Masuk Pertimbangan

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Kegiatan kebudayaan Festival Kompetisi Seni Koreografi Ragam Pencak Silat Tradisi “Piala Menteri Kebudayaan Republik Indonesia” yang menjadi bagian dari rangkaian Mahamandala Pencak Silat Nusantara 2026 direncanakan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026. Panitia menyiapkan dua alternatif lokasi penyelenggaraan di kawasan Jabodetabek, yakni Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur di Kota Depok, Jawa Barat, serta Museum Satria Mandala di Jakarta Selatan.

Rencana waktu dan opsi lokasi tersebut tercantum dalam proposal kegiatan kebudayaan yang diajukan oleh Yayasan Sahabat Budaya Nusantara (SABDATARA) kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Festival ini dirancang sebagai kegiatan berskala nasional yang mengintegrasikan kompetisi seni Pencak Silat Tradisi, dialog kebudayaan, serta berbagai kegiatan literasi budaya dalam kerangka Mahamandala Pencak Silat Nusantara.

Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, yang dikenal sebagai kawasan perkemahan nasional dengan luas sekitar 210 hektare. Area tersebut dilengkapi berbagai fasilitas kegiatan luar ruang dan selama ini sering digunakan untuk kegiatan jambore, pelatihan kepemudaan, pertemuan komunitas, serta penyelenggaraan kegiatan budaya dalam skala besar.

Panitia menilai kawasan Buperta Cibubur memiliki karakter ruang terbuka yang luas sehingga dinilai cukup representatif untuk menyelenggarakan festival budaya yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Keberadaan fasilitas lapangan, aula, serta area pertemuan juga dianggap memungkinkan pelaksanaan beragam rangkaian kegiatan, mulai dari kompetisi seni hingga interaksi antar komunitas budaya.

Selain itu, panitia juga mempertimbangkan Museum Satria Mandala sebagai alternatif lokasi penyelenggaraan. Museum yang berada di bawah pengelolaan TNI tersebut menyimpan berbagai koleksi sejarah dan artefak militer Indonesia serta dikenal sebagai salah satu ruang edukasi sejarah yang kerap digunakan untuk kegiatan diskusi, pameran, maupun aktivitas publik yang berkaitan dengan sejarah dan identitas nasional.

Baca Juga  SD Negeri 01 Kendalsari Peringati Hari Kartini 2026 dengan Kegiatan Edukatif dan Kebersamaan

Dalam konsep kegiatan Mahamandala Pencak Silat Nusantara, keberadaan museum dinilai memiliki relevansi untuk mendukung agenda yang bersifat edukatif. Sejumlah kegiatan seperti pameran budaya, sarasehan kebudayaan, hingga aktivitas literasi sejarah dinilai dapat diselenggarakan di lokasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai tradisi dan identitas bangsa.

Secara keseluruhan, Festival Mahamandala Pencak Silat Nusantara dirancang sebagai kegiatan kebudayaan yang menghadirkan sejumlah rangkaian program, di antaranya Festival Kompetisi Seni Koreografi Ragam Pencak Silat Tradisi, Sarasehan Kebudayaan Pencak Silat Tradisi, Pameran Pusaka Tosan Aji Nusantara, serta Program Inventarisasi dan Pemutakhiran Data Nasional Perguruan Pencak Silat Tradisi Nusantara.

Penentuan waktu pelaksanaan pada Agustus 2026 juga berkaitan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dimaknai oleh penyelenggara sebagai kesempatan untuk meneguhkan kembali identitas budaya nasional melalui ekspresi seni tradisi Pencak Silat.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap festival dapat menjadi ruang pertemuan bagi komunitas perguruan Pencak Silat Tradisi dari berbagai daerah sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam upaya pelestarian warisan budaya Nusantara.

Panitia menyampaikan bahwa keputusan akhir mengenai lokasi penyelenggaraan akan ditetapkan setelah tim teknis melakukan survei lapangan. Survei tersebut bertujuan menilai sejumlah aspek penting, seperti kapasitas ruang kegiatan, kelayakan fasilitas, kemudahan akses bagi peserta dari berbagai daerah, hingga faktor keamanan serta kesesuaian lokasi dengan karakter festival kebudayaan yang direncanakan.

Penetapan lokasi final diharapkan dapat memastikan bahwa pelaksanaan Festival Kompetisi Seni Koreografi Ragam Pencak Silat Tradisi Piala Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dapat berjalan optimal, baik dari sisi teknis maupun operasional, serta sejalan dengan tujuan pemajuan kebudayaan yang menjadi dasar penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Baca Juga  Aset Kripto Dianggap Instrumen Keuangan, DJP Revisi Aturan Pajak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *