Diklat Merden Banjarnegara Terapkan Pembinaan Sepak Bola Terpadu dengan Pendidikan Karakter dan Keagamaan

banner 468x60

KawanJariNews.com – BANJARNEGARA – Diklat Sepak Bola Merden Banjarnegara menerapkan sistem pembinaan yang memadukan latihan sepak bola dengan pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan bagi para peserta didiknya. Program tersebut dijalankan sebagai bagian dari proses pembinaan untuk mengembangkan kemampuan olahraga sekaligus membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab peserta.

Pengelola Diklat Merden Banjarnegara, Rokhman Supriyadi, menjelaskan bahwa pola pembinaan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis bermain sepak bola, tetapi juga mencakup penguatan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembinaan yang kami lakukan menggabungkan latihan sepak bola dengan pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan agar peserta memperoleh bekal yang seimbang, baik dalam bidang olahraga maupun pembentukan sikap,” ujar Rokhman.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti program latihan sepak bola yang disusun sesuai jenjang pembinaan. Selain kegiatan olahraga, peserta juga mengikuti pembelajaran keagamaan, termasuk pembelajaran Al-Qur’an, serta kegiatan yang bertujuan membangun kedisiplinan, tanggung jawab, etika, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Menurut pengelola, sistem pembinaan tersebut telah dijalankan secara berkelanjutan di lingkungan Diklat Merden. Sejumlah alumni, kata Rokhman, telah melanjutkan karier di kompetisi sepak bola nasional dengan bergabung pada klub yang berkompetisi di Liga 1 maupun Liga 2 Indonesia. Data mengenai alumni tersebut, lanjutnya, terdokumentasi dalam arsip pembinaan yang dimiliki lembaga. 

Selain menjalankan pembinaan rutin, Diklat Merden juga menyelenggarakan proses seleksi bagi calon peserta didik dari berbagai daerah. Pengelola menyampaikan bahwa peserta yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan program dapat memperoleh dukungan pendidikan melalui skema beasiswa yang tersedia berdasarkan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Di bidang pendidikan formal, pengelola menyatakan bahwa peserta didik tetap didorong untuk menyelesaikan jenjang pendidikan sekolah. Menurutnya, lembaga juga memfasilitasi akses informasi mengenai berbagai program pendidikan lanjutan maupun beasiswa yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan sejumlah institusi.

Baca Juga  34 Tahun Mengabdi Sebagai Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Tegaskan Pencak Silat sebagai Pilar Karakter Bangsa

Program pembinaan yang diterapkan Diklat Merden mengintegrasikan aspek olahraga, pendidikan karakter, dan pembinaan keagamaan sebagai satu kesatuan proses pembelajaran. Pengelola berharap pendekatan tersebut dapat mendukung perkembangan peserta didik sesuai tujuan pembinaan yang telah ditetapkan.

Model pembinaan yang memadukan olahraga dengan pendidikan karakter dan keagamaan merupakan salah satu pendekatan yang diterapkan sejumlah lembaga pembinaan usia muda di Indonesia. Pelaksanaannya dapat berbeda pada setiap lembaga, menyesuaikan kurikulum, sumber daya, serta tujuan pembinaan yang ditetapkan masing-masing penyelenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *