Festival Mahamandala Pencak Silat Nusantara 2026 Dirancang Jadi Ruang Aktualisasi Seni Pencak Silat Tradisi

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Yayasan Sahabat Budaya Nusantara (SABDATARA) menginisiasi penyelenggaraan kegiatan kebudayaan nasional bertajuk Festival Kompetisi Seni Koreografi Ragam Pencak Silat Tradisi “Piala Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.” Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari rangkaian Mahamandala Pencak Silat Nusantara, yang diarahkan untuk memperkuat ruang ekspresi budaya sekaligus mendorong pengembangan ekosistem pelestarian Pencak Silat Tradisi sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

Usulan penyelenggaraan kegiatan tersebut telah disampaikan oleh Yayasan Sahabat Budaya Nusantara kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada 3 Februari 2026. Dalam konsep yang diajukan, festival ini tidak hanya menghadirkan kompetisi seni, tetapi juga memadukan dialog kebudayaan serta kegiatan pendataan komunitas perguruan Pencak Silat Tradisi di berbagai wilayah Nusantara.

Penyelenggara memandang bahwa Pencak Silat tidak semata-mata dipahami sebagai teknik bela diri, melainkan sebagai bagian dari sistem nilai budaya yang mengandung unsur pendidikan karakter, etika sosial, serta pandangan hidup masyarakat. Hal tersebut semakin relevan setelah tradisi Pencak Silat ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 12 Desember 2019, yang menegaskan pentingnya upaya pelindungan dan keberlanjutan praktik budaya tersebut.

Dalam rancangan festival, kompetisi seni koreografi Pencak Silat Tradisi diposisikan sebagai sarana penguatan nilai budaya, bukan sekadar arena pertandingan. Penilaian terhadap peserta akan menitikberatkan pada aspek kesesuaian pakem tradisi, kualitas artistik gerakan, penghayatan nilai-nilai filosofi, serta etika perguruan yang ditampilkan dalam pertunjukan.

Festival ini dirancang menghadirkan beberapa kategori kompetisi yang merepresentasikan keragaman tradisi Pencak Silat di Indonesia, yaitu:

  1. Kompetisi Seni Pencak Silat Tradisi Betawi
  2. Kompetisi Seni Pencak Silat Tradisi Jawa Barat dan Banten (Ibing Pencak)
  3. Kompetisi Seni Pencak Silat Keris Indonesia
  4. Kompetisi Seni Pencak Silat Tradisi Multi Aliran Nusantara
Baca Juga  Meriahkan Harmoni: Parade Ogoh-Ogoh Padang Sambian sebagai Simbol Persatuan dan Kebangkitan Budaya

Pengelompokan kategori tersebut disusun untuk menjaga objektivitas penilaian sekaligus menghormati keberagaman sistem tradisi, iringan musik, serta karakter penyajian yang berkembang di berbagai daerah.

Selain kompetisi seni, rangkaian kegiatan Mahamandala Pencak Silat Nusantara juga akan dilengkapi sejumlah agenda pendukung. Di antaranya Sarasehan Kebudayaan Pencak Silat Tradisi, Program Inventarisasi dan Pemutakhiran Data Nasional Perguruan Pencak Silat Tradisi Nusantara, serta Pameran Pusaka Tosan Aji Nusantara yang menampilkan berbagai pusaka tradisional seperti keris, golok, tombak, dan badik sebagai bagian dari edukasi budaya.

Peserta festival direncanakan berasal dari berbagai komunitas pelaku tradisi, mulai dari perguruan Pencak Silat Tradisi, sanggar budaya, komunitas adat, hingga perwakilan daerah yang memiliki tradisi silat. Sistem kepesertaan dirancang dalam format penampilan kelompok yang menekankan proses pewarisan nilai budaya serta regenerasi antar generasi.

Dalam penyelenggaraannya, festival juga akan membagi peserta ke dalam dua klasifikasi kelas, yaitu Kelas A (Kelompok Regenerasi) yang melibatkan peserta dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah, serta Kelas B (Kelompok Pemantapan) yang diperuntukkan bagi kalangan mahasiswa. Pembagian tersebut dimaksudkan sebagai ruang pembinaan sekaligus penguatan peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi.

Inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh sejumlah tantangan yang dihadapi komunitas Pencak Silat Tradisi, seperti berkurangnya regenerasi pelaku tradisi, keterbatasan basis data perguruan, serta kecenderungan berkembangnya praktik Pencak Silat ke arah olahraga prestasi yang dikhawatirkan dapat mengurangi dimensi nilai budaya dan filosofinya.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap tercipta ruang kolaborasi yang melibatkan komunitas perguruan, budayawan, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat keberlanjutan Pencak Silat Tradisi sebagai bagian dari warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Rencana penyelenggaraan festival juga diselaraskan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2026, sehingga diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat identitas budaya nasional sekaligus memperluas keterlibatan generasi muda dalam pelestarian warisan budaya Nusantara.

Baca Juga  Naskah Kuno sebagai Warisan dan Identitas Kultural

Melalui kerangka Mahamandala Pencak Silat Nusantara, kegiatan Festival Kompetisi Seni Koreografi Ragam Pencak Silat Tradisi Piala Menteri Kebudayaan Republik Indonesia diharapkan dapat menjadi wadah aktualisasi budaya yang memadukan ekspresi seni tradisi, dialog kebudayaan, serta penguatan jejaring komunitas. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan praktik Pencak Silat Tradisi agar tetap hidup, diwariskan lintas generasi, dan relevan dengan dinamika masyarakat Indonesia masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *