Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta, 115 RT Terendam dan Aktivitas Warga di Sejumlah Wilayah Terganggu

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA, 5 Mei 2026 — Banjir melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta setelah hujan deras mengguyur kawasan Jabodetabek sejak Senin (4/5) sore hingga malam, dengan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 115 Rukun Tetangga (RT) masih tergenang hingga Selasa (5/5).

Banjir tersebar di beberapa wilayah, dengan dampak terparah dilaporkan terjadi di Jakarta Selatan, disusul Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Genangan air menyebabkan terganggunya mobilitas warga, aktivitas ekonomi, serta layanan pendidikan dan publik.

Di kawasan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, ketinggian air dilaporkan mencapai 1 hingga 1,75 meter, bahkan sempat menyentuh 2 meter pada dini hari. Banjir terjadi akibat luapan Kali Ciliwung yang dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu, seperti Bogor dan Depok. Sejumlah RT terdampak di wilayah tersebut, dan proses evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu karet.

Sementara itu, di wilayah Kebon Pala, Jakarta Timur, ketinggian air mencapai sekitar 160 sentimeter sebelum berangsur surut pada Selasa sore. Dampak banjir masih terlihat dari sisa lumpur dan kerusakan pada permukiman warga.

Genangan juga terjadi di beberapa titik lain, antara lain di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter yang menyebabkan kendaraan mogok. Di Jalan Raya Cileduk, Jakarta Selatan, genangan setinggi sekitar 40 sentimeter menghambat arus lalu lintas. Adapun di kawasan Kebayoran Baru, ketinggian air dilaporkan mencapai 1,5 meter sehingga memicu evakuasi warga.

Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada infrastruktur. Di Tebet Barat, Jakarta Selatan, tembok sepanjang sekitar 60 meter dengan tinggi 3 meter di salah satu sekolah dasar negeri dilaporkan roboh setelah terdampak hujan deras.

Di wilayah Jakarta Utara, kemacetan lalu lintas terjadi di Jalan Kali Abang, Rorotan, Cilincing, akibat peningkatan volume kendaraan menyusul pengalihan arus dari wilayah Bekasi yang sedang mengalami pekerjaan infrastruktur jalan. Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan selama beberapa jam.

Baca Juga  Polisi Amankan Sopir Taksi Listrik, Investigasi Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Berlanjut

Banjir yang terjadi kali ini merupakan dampak dari tingginya curah hujan serta luapan sungai di wilayah hulu. Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan sejumlah kawasan di Jakarta terhadap banjir, khususnya wilayah yang berada di bantaran sungai.

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mempengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Gangguan terhadap mobilitas, pendidikan, dan layanan publik menjadi konsekuensi langsung dari kondisi tersebut.

Upaya penanganan dilakukan oleh BPBD bersama tim SAR dan relawan melalui evakuasi warga serta distribusi bantuan logistik. Di sisi lain, masyarakat berharap adanya langkah penanganan jangka panjang, termasuk pengelolaan sungai dan penataan wilayah, guna mengurangi risiko banjir berulang.

Hingga saat ini, proses penanganan dan pemantauan kondisi banjir masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan susulan seiring kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *